ICRP & Jaringan Perantau Gerak Cepat Bantu Korban Galodo Sumatera

Berita588 Views
banner 468x60

Solok, Ingetindonesia.com- Upaya kemanusiaan kembali hadir di tengah duka bencana Galodo (banjir bandang) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Di tengah akses yang masih terputus selama empat hari, Garuda Food bersama ICRP (Konferensi Agama dan Perdamaian Indonesia) serta jaringan Ikatan Perantau Keluarga Muaro Pingai Jabodetabek berhasil menembus daerah terpencil Desa Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok.

 

banner 336x280

Pada tanggal 29 November 2025, perwakilan Garuda Food Solok, Agus, bergerak dari Padang menuju Solok dan segera melobi berbagai pihak untuk membuka akses bantuan ke dusun yang terputus tersebut. Dari Jakarta, Ilma Sovri Yanti memastikan koordinasi yang intens antara ICRP, Garuda Food, dan para perantau, hingga akhirnya jalur aman pengiriman bantuan dapat ditemukan.

 

Akses darat yang memaksa warga menggunakan perahu untuk menerima bantuan. Pertemuan dilakukan di Dermaga Danau Singkarak, sebelum dibawa bantuan menuju Masjid Al Kautsar, titik konsentrasi pengungsi Muaro Pingai.

Saat koordinasi melalui Zoom bersama ICRP, Wali Nagari Muaro Pingai, Dodi Hermen, menjelaskan bahwa sejak banjir bandang terjadi pada waktu Subuh, komunikasi dengan para perantau terus terjalin.

 

“Empat jorong terdampak. Meski satu jorong tidak langsung terkena banjir, tapi akses semuanya tertutup. Sudah empat hari aktivitas ekonomi warga lumpuh,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kebutuhan obat-obatan dan ketahanan pangan untuk tiga bulan ke depan menjadi prioritas yang harus diingat.

 

Perwakilan Ninik Mamak, Datuk Barabanso Miradi, dalam rapat di ICRP menyampaikan bahwa 95% wilayah kampung hancur dan membutuhkan proses pemulihan jangka panjang.

 

“Ini akan memakan waktu lama. Membangun kembali kampung tidak selesai dalam masa tanggap darurat. Bahkan satu tahun pun belum bisa tuntas. Gotong royong dan dukungan sosial harus terus berjalan,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya penggalangan zakat, infaq, sedekah, serta kolaborasi bantuan seperti yang dilakukan Garuda Food.

Wali Nagari Dodi Hermen menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada ICRP, para perantau, dan khususnya Garuda Food, yang bersedia mencari cara menyeberangkan 50 dus bantuan melalui dermaga Singkarak meski memerlukan biaya tambahan dan kebutuhan BBM yang meningkat.

“Saya tahu ini untuk menambah operasional. Tapi Garuda Food ingin memahami kondisi lapangan, dan itu sangat berarti bagi warga yang sudah empat hari terlindungi,” ujarnya. Ia mengaku hampir tidak beristirahat selama tiga hari terakhir untuk memastikan warganya tetap terlayani, meski perangkat nagari juga ikut menjadi korban.

Dengan jumlah penduduk 2.655 jiwa dan 625 kepala keluarga, Muaro Pingai kini berada pada fase kritis. Kerusakan masif akibat galodo menuntut kerja sama jangka panjang dari semua pihak.

 

Aksi cepat Garuda Food, ICRP, dan jaringan perantau memberi secercah harapan di tengah kesulitan.

 

“Ini bukan bantuan sekali datang. Ini komitmen jangka panjang untuk membangkitkan kembali Sumatera, terutama kampung kita,” ungkap para perantau dalam pertemuan tersebut.

 

Bantuan yang tiba melalui Dermaga Singkarak menjadi bukti bahwa kepedulian dapat menembus batas, bahkan ketika jalan-jalan masih tertutup lumpur dan dipelihara.

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *