ICRP Gelar Festival Toleransi dan Budaya 2025: Ruang Perjumpaan untuk Merayakan Keberagaman Indonesia

Berita, Edukasi889 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta – Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) bersama Tokoh Lintas Agama dan berbagai Organisasi dengan bangga akan menghadirkan Festival Toleransi dan Budaya 2025, sebuah ajang pertemuan lintas iman dan budaya yang mengusung tema “Ruang Perjumpaan, Ruang Kita Bersama.”

 

Acara ini akan digelar pada Minggu, 16 November 2025, di Gedung A, Kompleks Kemendikdasmen, mulai pukul 08.00 malam hingga 10.00 malam. Festival ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat dari berbagai latar agama, budaya, dan keyakinan untuk saling mengenal, menghargai, serta memperkuat semangat kebangsaan.

 

Beragam kegiatan menarik akan mewarnai festival ini, di antaranya:

 

Mini Seren Taun, sebagai simbol rasa syukur dan harmoni dengan alam.

Talkshow interaktif yang mengupas isu-isu toleransi dan keberagaman sekaligus mengenal batik yang beragam sebagai simbol keberagaman.

Pameran lintas iman yang menampilkan ekspresi budaya dari berbagai komunitas keagamaan.

Pameran Batik Paseban dan Pameran Batik Komunitas Rifaiyah yang memperlihatkan batik sebagai warisan budaya pemersatu bangsa.

Dialog bertema “Batik sebagai Media ber-Bhinneka Tunggal Ika.”

 

Performance dari Mitra ICRP, menampilkan kolaborasi seni dan budaya lintas iman salah satunya pertunjukan Tari Kecak Bali.

 

Ketua Panitia Festival, Ilma Sovri Yanti , menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring lintas iman di Indonesia.

 

“Kami ingin menghadirkan ruang yang menyatukan, bukan memisahkan. Festival ini adalah perayaan atas keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan utama bangsa kita,” ujar Ilma.

Ilma juga menambahkan, di acara Festival Budaya 2025 nanti pihaknya akan menghadirkan 3 Menteri sekaligus yakni Mendikdasmen, Menang dan Menbud RI.

Sementara itu, Perwakilan dari Banjar Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI)  I Nyoman Gede Agus Asrama menegaskan bahwa seni dan budaya memiliki peran besar dalam membangun perdamaian dan toleransi.

 

“Lewat budaya, kita bisa berbicara dalam bahasa yang universal. Melalui  batik, musik, tari, dan tradisi lokal, kita belajar menghormati perbedaan tanpa harus merasa terancam oleh keragaman itu sendiri,” tuturnya.

 

Nyoman juga berkata komunitasnya akan menghadirkan tari Kecak berjumlah 60 hingga 100 orang.

Festival Toleransi dan Budaya 2025 terselenggara berkat kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,Kementrian Kebudayaan,Kementrian Agama Summarecon, Matakin, dan Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia (JMAI).

 

Dengan semangat “Ruang Perjumpaan, Ruang Kita Bersama,” ICRP mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta merayakan keberagaman Indonesia melalui seni, dialog, dan kebersamaan yang penuh damai.