Ibas: Indonesia Harus Jadi Pemain Utama Transformasi Digital Global

MPR Dorong Penguatan Telekomunikasi, AI, dan Keamanan Siber

Techno9 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi teknologi global, tetapi harus mampu menjadi pemain utama dalam transformasi digital dunia melalui penguatan infrastruktur telekomunikasi, kedaulatan data, keamanan siber, dan pengembangan talenta digital nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Ibas saat membuka diskusi publik bertajuk “Smart Indonesia: Akselerasi Transformasi Digital Nasional Melalui Inovasi Infrastruktur Telekomunikasi” di Kompleks Gedung MPR RI, Jakarta.

Dalam forum yang dihadiri para pakar telekomunikasi, akademisi, pelaku industri teknologi, organisasi profesi, dan komunitas digital dari berbagai daerah itu, Ibas menekankan bahwa transformasi digital merupakan faktor penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Namun, menurutnya, masih terdapat tantangan besar berupa kesenjangan akses dan kualitas layanan digital di berbagai wilayah Indonesia.

“Tantangan bagi kita adalah bagaimana kita bisa menjadi ekonomi terbesar se-Asia Tenggara. Kesenjangan digital sebagai tantangan bangsa ini masih terlihat,” kata Ibas, Jumat (12/6/2026).

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur telekomunikasi harus dipandang sebagai investasi strategis jangka panjang. Menurutnya, pembangunan menara BTS dan jaringan serat optik memiliki peran yang sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur fisik dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Infrastruktur telekomunikasi adalah tulang punggung komunikasi digital. Setiap menara BTS yang kita bangun, setiap kilometer serat optik yang kita gelar, merupakan investasi penting untuk mendukung transformasi digital Indonesia,” ujarnya.

Selain infrastruktur, Ibas juga menyoroti pentingnya penguatan keamanan siber dan perlindungan data pribadi di tengah meningkatnya ancaman serangan digital. Ia menegaskan implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) harus menjadi perhatian bersama untuk menjaga kepentingan nasional.

Menurut Ibas, Indonesia juga harus mulai mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi generasi berikutnya seperti 5G, 6G, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta pengelolaan data nasional.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar, tetapi harus menjadi bagian penting dari ekosistem digital global,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan AI berpotensi mempercepat reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Namun, penerapannya harus tetap mengedepankan akuntabilitas serta perlindungan kepentingan masyarakat.

Ibas juga menilai Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan talenta-talenta digital nasional mendapatkan dukungan yang memadai untuk berkembang.

“Kita tidak kekurangan talenta. Yang harus kita lakukan adalah memastikan talenta-talenta tersebut mendapatkan dukungan agar potensinya berkembang secara optimal,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah narasumber turut menekankan pentingnya kedaulatan digital nasional, penguatan industri teknologi lokal, pembangunan pusat data, percepatan pembangunan infrastruktur digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta percepatan regulasi keamanan dan ketahanan siber.

Ibas mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan transformasi digital sebagai agenda strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan visi jangka panjang.

“Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang masa depan bangsa. Jika kita mampu membangun infrastruktur yang kuat, melahirkan talenta unggul, menjaga kedaulatan data, dan memperkuat inovasi nasional, Indonesia tidak hanya akan menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan pemimpin dalam ekonomi digital global,” pungkasnya.