Ibas Ajak Generasi Muda Kembangkan Kreativitas untuk Ekonomi Kreatif Indonesia

Berita, Ekonomi5 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengajak generasi muda Indonesia menjadikan prestasi, kreativitas, dan platform yang mereka miliki untuk memberikan manfaat bagi masyarakat serta memajukan Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Ibas dalam audiensi kebangsaan bersama generasi muda bertema “Generasi Muda Merawat Kebhinekaan, Mengembangkan Ekonomi Kreatif, dan Memajukan Pariwisata Indonesia” di Rumah Kebangsaan MPR RI, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

banner 336x280

Audiensi tersebut mempertemukan Ibas dengan generasi muda dari berbagai daerah, termasuk Mojang Jajaka Jawa Barat, Kang Nong Banten, Abang None Jakarta, serta para duta pemuda dan olahraga.

Ibas Dorong Generasi Muda Jadi Kreator

Ibas menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menghadapi perubahan zaman. Perkembangan kecerdasan buatan atau AI, transformasi digital, perubahan iklim, dinamika ekonomi global, dan perubahan dunia kerja menjadi sejumlah tantangan yang perlu dihadapi.

Ia mengajak anak muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan konsumen, tetapi juga menciptakan karya serta memimpin perubahan.

“Jangan kita menjadi penonton. Kalian harus menjadi pembuat, bukan hanya sekadar konsumen. Kalian juga bisa menjadi kreator, bukan hanya follower, tetapi juga leader-to lead the way,” ujar Ibas.

Menurut Ibas, Indonesia memiliki modal besar berupa generasi muda dan keragaman budaya. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi karya, inovasi, lapangan pekerjaan, dan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kebhinekaan adalah sebuah identitas, kreativitas adalah sebuah kekuatan, dan pariwisata adalah jendela Indonesia menuju dunia,” kata Ibas.

Prestasi Anak Muda Bisa Dorong Ekonomi Kreatif

Ibas secara khusus mengajak para Mojang Jajaka, Kang Nong, dan Abang None untuk tidak menjadikan gelar dan prestasi sebagai tujuan akhir.

Menurutnya, mahkota, selempang, dan gelar juara dapat menjadi platform untuk memperkenalkan budaya, mengembangkan UMKM, mempromosikan destinasi wisata, serta memperkuat ekonomi kreatif Indonesia.

“Jangan cuma berhenti dari urusan mahkota. Coba kalian lanjutkan bagaimana gelar juara dan selempang yang kalian miliki hari ini menjadi platform untuk memajukan Indonesia, budaya, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ibas kemudian menyampaikan pesan, “Dari budaya menjadi karya, dari karya menjadi ekonomi, dan dari ekonomi menjadi kesejahteraan.”

Ia mendorong generasi muda menghasilkan karya yang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi dan dapat membuka peluang bagi masyarakat di sekitarnya.

Gerakan Satu Anak Muda, 1.000 Karya

Dalam audiensi tersebut, Ibas juga menawarkan gagasan “Satu Anak Muda, 1.000 Karya”. Menurutnya, anak muda tidak harus menunggu memiliki sumber daya besar untuk mulai berkarya.

Teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan konten, produk, inovasi, maupun berbagai karya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Satu anak muda, seribu karya. Jangan hanya berkarya untuk satu orang, tetapi buat sesuatu yang bisa memberikan manfaat kepada seribu orang atau lebih,” kata Ibas.

Selain itu, Ibas menyampaikan gagasan “Satu Daerah, 1.000 Cerita Unggulan”. Gagasan tersebut mendorong pengembangan cerita mengenai budaya, sejarah, kuliner, destinasi, dan berbagai kisah lokal untuk menjadi bagian dari promosi Indonesia kepada dunia.

Ia juga mendorong terbentuknya “Satu Ekosistem, 1.000 Manfaat” dengan mempertemukan generasi muda, pemerintah, parlemen, dunia usaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kebhinekaan Jadi Kekuatan Kolaborasi

Ibas menegaskan bahwa kebhinekaan tidak hanya berkaitan dengan keberagaman identitas, tetapi juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi.

Ia mengingatkan generasi muda bahwa perbedaan suku, budaya, bahasa, daerah asal, maupun pandangan tidak semestinya menjadi alasan untuk bermusuhan.

“Kita boleh berbeda suku, pilihan politik, pikiran, dan gagasan. Tetapi kita jangan sampai bermusuhan. Negara ini tidak akan pernah bisa besar kalau kita memimpin secara parsial, apalagi sendiri-sendiri,” katanya.

Menurut Ibas, demokrasi membutuhkan ruang untuk berbeda pendapat sekaligus kemampuan bekerja sama setelah proses pengambilan keputusan dilakukan.

Generasi Muda Perlu Siap Hadapi Era AI

Ibas juga mengingatkan generasi muda mengenai perubahan lingkungan teknologi yang semakin cepat. Kehadiran artificial intelligence (AI), media sosial, algoritma, dan arus informasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan.

Karena itu, ia menilai generasi muda membutuhkan kemampuan literasi, berpikir kritis, karakter, dan adab agar dapat memanfaatkan teknologi secara produktif.

“Mari kita perkuat ilmu, mari kita perkuat karakter, mari kita perkuat adab kita,” tegasnya.

Ibas juga menyampaikan bahwa pendidikan perlu adaptif terhadap perkembangan teknologi dengan tetap berakar pada nilai-nilai Indonesia.

Lima Gerakan untuk Generasi Muda

Dalam dialog tersebut, Ibas mengajak generasi muda mengembangkan sejumlah gerakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas manusia dan kesejahteraan masyarakat.

Lima gagasan yang disampaikan adalah Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau, Indonesia Kreatif, dan Indonesia Peduli.

Indonesia Pintar dapat diwujudkan melalui kegiatan literasi dan edukasi bagi anak-anak di berbagai daerah. Indonesia Sehat dapat didorong melalui kampanye hidup sehat, olahraga, pencegahan narkoba, serta kepedulian terhadap gizi dan kesehatan anak.

Sementara itu, Indonesia Hijau diarahkan pada gerakan menjaga lingkungan, mengembangkan ekonomi hijau dan ekonomi biru, serta merawat alam secara berkelanjutan.

Untuk Indonesia Kreatif, Ibas mendorong anak muda memanfaatkan musik, seni, kuliner, wastra, dan subsektor kreatif lainnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Adapun Indonesia Peduli diarahkan untuk memperkuat solidaritas, gotong royong, empati, dan kepedulian sosial.

Generasi Muda Didorong Jadi Problem Solver

Ibas berharap generasi muda tidak hanya mengidentifikasi persoalan, tetapi juga mengambil peran sebagai problem solver.

“Kami berharap solusi itu tumbuh dari teman-teman semuanya. Kalau hari ini kalian menjadi bagian dari masalah, sudah banyak yang akan berperan seperti itu. Tetapi kalau kalian menjadi bagian dari problem solver, itulah yang terbaik,” katanya.

Ia berharap audiensi tersebut tidak berhenti sebagai pertemuan, tetapi dilanjutkan melalui kerja nyata, komunitas, dan jejaring lintas daerah.

“Jangan pernah berhenti untuk belajar. Jangan pernah berhenti untuk berinovasi. Buka lapangan pekerjaan, angkat budaya, dan jaga lingkungan,” pesan Ibas.

Menutup audiensi, Ibas berharap generasi muda terus mengembangkan kapasitas dan karya hingga menjadi bagian dari kepemimpinan nasional di masa depan.

“Masa depan yang baik bukan masa depan yang kita tunggu, tetapi masa depan yang bisa kita ciptakan sendiri, dari tangan-tangan dan keringat kita sendiri,” pungkasnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *