Gayo Lues Minta Perpanjang Status Penanganan Tanggap Darurat

Berita, Daerah277 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – Hingga saat ini penanganan pasca bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di Gayo Lues masih terus dilakukan. Meskipun demikian, masih banyak daerah yang terisolir yang masih sulit untuk di akses.

Untuk itu, Pemkab Gayo Lues akan meminta perpanjangan status penanganan darurat bencana alam untuk 14 hari kedepan berikutnya. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi satgas penanganan bencana alam di Rumah Pitu Ruang Pendopo Bupati Gayo Lues. Sabtu malam (06/12/2025).

banner 336x280

Kalak BPBD Gayo Lues, Muhaimin, ST.,M.Ec.Dev menjelaskan, selain masih adanya daerah yang terisolir, tingginya curah hujan yang melanda Gayo Lues menjadi alasan untuk perpanjangan status tanggap darurat tersebut.

“Kami mengajukan masa perpanjangan ini sesuai dengan ketentuan berlaku. Untuk memperlancar proses penanganan darurat 14 hari ke depan, kami mencoba menyusun langkah-langkah dan strategi bagaimana kita dapat menyelesaikan proses tanggap darurat ini sehingga masyarakat atau Gayo Lues berangsur pulih dari Bencana,” Jelasnya.

Kalak menjelaskan, per tanggal 5 Desember 2025, Jalan Nasional Blangkejeren – Aceh Tenggara yang selama ini digunakan sebagai jalur pasokan BBM, bahan bangunan dan lainnya serta jalan keluar hampir semua produksi Kabupaten Gayo Lues menuju pasar potensial Medan sepanjang 108Km belum dapat digunakan.

“Jalan Provinsi Blangkejeren-Perlak Aceh Timur yang merupakan jalur pasokan kelapa, ayam dan ikan laut belum dapat digunakan. Untuk jalur Nasional Blangkejeren-Takengon yang menjadi jalur pasokan sayur, kelapa dan ikan juga belum dapat digunakan,” Tambahnya.

Selain itu, Kalak menambahkan untuk jalur Provinsi Blangkejeren-Aceh Barat Daya yang merupakan jalur pasokan ikan laut, kelapa, jalur keluar cabai dan tembakau sudah dapat dilalui dengan kendaraan khusus 4×4 dan tidak dimungkinkan untuk dilalui kendaraan berat seperti pengangkut BBM karena jalan yang terjal.

“Listrik sudah berfungsi di sebagian kecil daerah dengan aliran bergilir karena BBM terbatas dan sedang dalam perbaikan. Untuk bantuan, sebagian kecil daerah bencana telah dapat di jangkau dengan kendaraan roda empat antara lain Desa Agusen, Desa Tungel dan Desa Pasir,” Jelasnya.

Selain itu, kata Kalak, sebagian daerah bencana telah dapat di jangkau dengan kendaraan roda dua yang tidak dimungkinkan membawa banyak bantuan. Beberapa daerah tidak dapat dijangkau dengan angkutan darat untuk digunakan angkutan udara yang masih terbatas seperti Desa Lesten, Desa Rerebe dan Desa Perlak.

“Jembatan yang hanyut di beberapa tempat di ganti dengan lumpe (jembatan gantung dengan dua kabel) yang hanya bisa di gunakan oleh mereka yang sudah terbiasa,” Ujarnya.

Tambahnya, sarana sekolah dan pesantren belum dapat di fungsikan sehingga para murid atau pelajar masih dirumahkan. Jumlah pengungsi sementara masih 14.099 jiwa yang terbagi di tujuh kecamatan.

“Curah hujan juga masih cukup tinggi sehingga permukaan air masih naik turun sehingga masyarakat masih belum berani kembali ke rumah walaupun rumah masih layak huni,” Tutupnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *