Garuda Indonesia Buka Suara soal Holding Maskapai BUMN, Konsolidasi dengan Pelita Air Masih Dikaji

Berita, Ekonomi1147 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akhirnya membuka suara terkait kabar pembentukan holding maskapai BUMN yang melibatkan Pelita Air. Perseroan memastikan rencana aksi korporasi tersebut masih berada dalam tahap kajian dan pembahasan intensif bersama pemegang saham serta para pemangku kepentingan.

Penjelasan itu disampaikan manajemen Garuda Indonesia melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut perseroan, seluruh aspek konsolidasi masih dikaji secara menyeluruh sebelum keputusan akhir diambil.

banner 336x280

Dalam keterbukaan informasi, Garuda menjelaskan pembahasan tidak hanya menyangkut hubungan perusahaan, tetapi juga mencakup arah strategi, bentuk transaksi, struktur kepemilikan, tahapan pelaksanaan, jangka waktu, hingga mekanisme implementasi.

Kajian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan penguatan ekosistem bisnis Garuda Indonesia Group sebagai bagian dari agenda transformasi perusahaan.

“Sehubungan dengan pemberitaan mengenai rencana konsolidasi yang melibatkan Pelita Air dan Garuda Indonesia Group, Perseroan menyampaikan bahwa rencana aksi korporasi yang dimaksud saat ini berada dalam tahap kajian dan pembahasan secara intensif bersama pemegang saham dan pihak-pihak terkait, sesuai dengan kewenangan masing-masing,” tulis manajemen Garuda.

Struktur Kepemilikan Pelita Air Belum Diputuskan

Garuda Indonesia juga menegaskan belum dapat memberikan rincian mengenai struktur kepemilikan Pelita Air apabila konsolidasi nantinya akan dilaksanakan.

Menurut perseroan, struktur kepemilikan setelah aksi korporasi akan mengikuti bentuk dan skema transaksi yang disepakati serta memperoleh persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Setiap perubahan akan disampaikan kepada publik sesuai dengan kewajiban keterbukaan informasi Perseroan,” jelas manajemen.

Perseroan menyebut analisis mengenai dampak konsolidasi terhadap operasional maupun kinerja keuangan juga masih menjadi bagian dari kajian menyeluruh.

Garuda memastikan aktivitas operasional tetap berjalan normal, sementara program transformasi perusahaan terus terkonsentrasi pada penguatan bisnis fundamental, meningkatkan kesiapan operasional, penghentian usaha, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Selain itu, kontribusi keuangan Pelita Air dalam laporan keuangan Garuda nantinya akan ditentukan berdasarkan bentuk transaksi, waktu efektif pelaksanaan, serta perlakuan akuntansi sesuai standar yang berlaku.

Manajemen Garuda menilai pembentukan ekosistem penerbangan nasional yang lebih solid memerlukan kesiapan menyeluruh, mulai dari aspek bisnis, tata kelola perusahaan, operasional, sumber daya manusia, hingga kelangsungan usaha.

Oleh karena itu, koordinasi dengan pemegang saham dan berbagai pihak terkait terus dilakukan guna memastikan setiap langkah mampu memperkuat daya saing Garuda Indonesia Group.

“Saat ini, arah rencana aksi korporasi korporasi terus dikoordinasikan secara intensif bersama pemegang saham dan para pemangku kepentingan terkait, dengan selalu memastikan bahwa setiap langkah yang dipertimbangkan dapat mengakselerasi penguatan ekosistem bisnis Garuda Indonesia Group sejalan dengan agenda transformasi Perseroan,” terang manajemen.

Garuda Diproyeksikan Jadi Holding Maskapai BUMN

Sebelumnya, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria , mengungkapkan bahwa Garuda Indonesia diproyeksikan menjadi holding maskapai milik negara.

Dalam skema tersebut, Pelita Air akan bergabung ke dalam Garuda Indonesia Group sebagai bagian dari konsolidasi maskapai BUMN.

Menurut Dony, langkah tersebut bertujuan memperkuat industri penerbangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing maskapai pelat merah di tengah persaingan industri penerbangan.

“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia. Dengan konsolidasi ini, perusahaan-perusahaan tersebut akan memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk bersaing dan menguasai pasar,” ujar Dony Oskaria.

Apabila terealisasi, konsolidasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sinergi operasional, memperkuat efisiensi bisnis, serta meningkatkan posisi Garuda Indonesia Group di industri penerbangan nasional maupun regional.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *