Fadli Zon Dorong Circular Cultural Economy, Tegaskan Budaya Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Global

Berita, Ekonomi169 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kekayaan budaya nasional mampu memberikan dampak ekonomi secara signifikan apabila dikelola melalui strategi yang tepat, yakni ekosistem ekonomi budaya sirkular atau circular cultural economy (CCE).

Pernyataan tersebut disampaikan Menbud Fadli Zon saat mengisi Simposium Internasional ke-18 Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia yang berlangsung di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.

banner 336x280

“Inventarisasi, riset, dan pelindungan harus menjadi dasar untuk mengubah kekayaan budaya menjadi kapasitas produktif. Artinya, ruang untuk mengubah kekayaan budaya menjadi cultural influence memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2026).

Ia memaparkan bahwa industri kreatif global saat ini menyumbangkan sedikitnya 4,3 triliun dolar AS per tahun. Indonesia memiliki peluang besar untuk mentransformasikan aset kebudayaannya melalui pendekatan CCE guna memperkuat pengaruh kebudayaan (cultural influence) sekaligus mendongkrak perekonomian di panggung internasional.

Guna merealisasikan potensi tersebut, Menbud menilai pentingnya membangun ekosistem circular cultural economy yang menghubungkan seluruh rantai nilai kebudayaan.

Sistem ini mencakup perlindungan aset budaya, pengembangan kreativitas, perlindungan kekayaan intelektual (IP), proses produksi, skema pembiayaan, hingga jaringan distribusi dan pemetaan pasar global.

Dengan ekosistem yang terintegrasi, kebudayaan tidak lagi sekadar dipandang sebagai warisan sejarah, melainkan mampu ditransformasikan menjadi mesin penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli Zon juga menyoroti peran strategis diaspora dan mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di mancanegara. Menurut data Kementerian Kebudayaan, terdapat sekitar 200.000 pelajar Indonesia di luar negeri yang berpotensi menjadi ujung tombak diplomasi budaya.

Fadli merinci lima peran strategis yang dapat dimainkan oleh para mahasiswa, yakni sebagai penghubung pengetahuan, penghubung institusi, penggerak sirkulasi talenta, kontributor kecerdasan budaya, serta pembangun ekosistem jejaring global.

“Lima peran strategis tersebut merupakan bekal Indonesia pada tingkat jejaring global. Kementerian Kebudayaan berharap jaringan pelajar Indonesia di seluruh penjuru dunia dapat terus memperkuat perannya sebagai simpul diplomasi dan pengetahuan bangsa,” pungkasnya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *