Ingetindonesia.com,Jakarta- Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) yang juga anggota DPR RI Said Abdullah mengatakan sepakat akan usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menambah anggaran partai politik atau parpol dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Diharapkan hal ini bisa menurunkan potensi korupsi di para anggota parpol.
“Betul, setuju. Memang harus begitu kan harus untuk apa sih dana Banpol ditambah kalau dari sisi behavior tidak berubah? Kan ada yang mau disasar, ada target. Oleh karenanya memang menjadi tantangan tersendiri bagi setiap parpol untuk segera berbenah,” kata Said pada awak media, Kamis (22/5/2025).
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo menyatakan pihaknya saat ini sedang melakukan kajian potensi korupsi pada pembiayaan partai politik.
Dia mengaku, saat ini KPK membutuhkan banyak berdiskusi dengan banyak pihak terkait kajian tersebut, khususnya partai politik.
“Saat ini KPK masih dalam tahap melakukan diskusi dengan para partai politik peserta pemilu untuk mendapatkan informasi dan keterangan tentunya terkait dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi, hambatan, dan juga tantangannya, tentu dalam konteks upaya pencegahan korupsi,” kata Budi seperti dikutip Senin (19/5/2025).
Dia menambahkan, saat ini KPK berharap setiap parpol bisa memberikan informasinya secara lengkap sehingga diagnosa atau kajian yang dilakukan oleh KPK juga dapat menangkap permasalahan secara utuh.
“Sehingga temuan dan juga rekomendasi KPK juga bisa lebih terukur yang nantinya tentu untuk ditindaklanjuti dalam upaya perbaikan pada sistem politik dalam konteks pencegahan korupsi,” harap Budi.












