Di Tengah Isu Ijazah Palsu, Jokowi Tegaskan Keaslian di Hadapan Rekan Satu Angkatan UGM

Berita, Daerah757 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Sleman- Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), angkat suara terkait polemik keaslian ijazah sarjananya dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam acara reuni ke-45 angkatan 1980 bertajuk “Spirit 80: Guyub Rukun Migunani”, Jokowi menegaskan bahwa ijazahnya adalah asli dan mengajak rekan-rekannya untuk menertawakan tudingan-tudingan yang menurutnya tidak masuk akal.

Di hadapan 67 dari total 88 rekan satu angkatan yang hadir, Jokowi menyampaikan sambutan dengan nada santai namun menyentil isu sensitif yang selama ini menyeret namanya.

banner 336x280

“Eh jangan senang dulu lho, karena ijazah saya masih diragukan,” ujar Jokowi disambut tawa para alumni. “Begitu keputusannya asli, Bapak Ibu boleh senang-senang. Tapi begitu tidak, yang 88 juga semuanya palsu,” canda Jokowi, yang lagi-lagi mengundang gelak tawa.

Dalam sambutannya, Jokowi mengisahkan berbagai tudingan terhadap dirinya, mulai dari ijazah palsu, skripsi fiktif, hingga kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dianggap tidak pernah ada. Ia mengaku heran dengan narasi-narasi tersebut, apalagi banyak rekan kuliahnya yang menjadi saksi kegiatan kampusnya.

“Saya kuliah bareng, KKN bareng, naik gunung bareng. Kalau skripsi saya dituduh palsu, dosen pembimbing saya itu Prof. Dr. Ir. Ahmad Sumitro. Yang menguji waktu itu Pak Ir. T Baharuddin dan Pak Ir. Sofian Warsito. Itu pun diragukan,” katanya.

Jokowi juga mengingatkan bahwa dirinya lulus pada tahun 1985, dan seluruh proses akademiknya bisa dibuktikan.

Menurutnya, tuduhan soal ijazah palsu sebenarnya sudah tuntas, terutama setelah Rektor UGM Ova Emilia dan Dekan Fakultas Kehutanan Sigit Sunarta menegaskan bahwa Jokowi adalah alumnus sah dan ijazahnya merupakan keluaran resmi UGM.

“Sebetulnya sudah rampung itu. Produsennya — UGM — juga sudah menyatakan ijazah saya asli. Tapi ya itulah, ini politik. Bukan soal asli atau tidak, tapi karena kepentingan politik maka dibenturkan,” tegas Jokowi.

Acara reuni yang berlangsung di Aula Integrated Forest Farming Learning Center UGM, Sleman, turut dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Kehadiran Jokowi sekaligus menjadi momen nostalgia sekaligus klarifikasi langsung terhadap isu yang terus diangkat oleh beberapa pihak, termasuk Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), serta tokoh-tokoh seperti Roy Suryo dan Dokter Tifauziya Tyassuma alias Dokter Tifa.

Dengan nada santai dan penuh canda, Jokowi menutup sambutannya dengan pesan agar alumni tetap menjaga kekompakan dan tidak larut dalam isu yang tak berdasar.

“Yang penting kita tetap guyub, rukun, dan migunani, seperti tema reuni kita hari ini,” ujarnya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi klarifikasi tegas dari Jokowi, yang tetap memilih jalur komunikasi langsung dan humoris dalam menanggapi isu yang sarat muatan politik tersebut.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *