Demi Genjot Ekonomi, BI Minta Bank Lebih Agresif Salurkan Kredit

Berita, Finance684 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – Bank Indonesia (BI) dengan tegas meminta perbankan untuk lebih agresif dalam menerapkan kredit setelah penurunan suku bunga acuan menjadi 5,5 persen. Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik yang menunjukkan pelemahan pada triwulan I 2025.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada Rabu (21/5/2025), menekankan pentingnya peran perbankan kredit. “Peran kredit perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi perlu terus ditingkatkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penurunan suku bunga dan berbagai upaya lain yang dilakukan BI bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perbankan agar mampu menyalurkan kredit lebih banyak.

banner 336x280

Insentif dan Kebijakan Baru untuk Dorong Kredit

Perry menjelaskan bahwa BI telah memberikan insentif berupa Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong perbankan menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang memiliki daya ungkit ekonomi tinggi.

Mulai 1 Juni 2025, BI juga akan menerapkan kebijakan baru untuk mengoptimalkan instrumen Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM). BI akan meningkatkan RPLN dari maksimal 30 persen menjadi 35 persen dari bank modal , dengan tujuan memperluas sumber pendanaan bank dari luar negeri sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, pelonggaran likuiditas akan dilakukan dengan menurunkan rasio PLM sebesar 100 bps , yaitu dari 5 persen menjadi 4 persen untuk bank umum konvensional. Rasio PLM syariah juga akan diturunkan 100 bps, dari 3,5 persen menjadi 2,5 persen untuk bank umum syariah. “Hal ini juga bertujuan untuk memberikan penghentian pengelolaan likuiditas oleh perbankan dalam penyaluran kreditnya,” ucap Perry.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *