Ingetindonesia.com, Jakarta — Selama sepekan, terdapat pencatatan 1 obligasi dan 1 sukuk di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada Jumat (28/11), Obligasi Berkelanjutan IV Sarana Multi Infrastruktur Tahap IV Tahun 2025 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Sarana Multi Infrastruktur Tahap II Tahun 2025 yang oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) mulai dicatatkan di BEI. Hasil pemeringkatan PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk obligasi dan sukuk tersebut masing-masing adalah idAAA (Triple A) dan idAAA(sy) (Triple A Syariah) dengan Wali Amanat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2025 adalah 164 emisi dari 76 emiten senilai Rp195,85 triliun. Dengan pencatatan tersebut maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 652 emisi dengan nilai nominal outstanding Rp534,02 triliun dan USD134,01 juta, diterbitkan oleh 136 emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal Rp6.423,84 triliun dan USD352,10 juta. EBA sebanyak 7 emisi senilai Rp2,13 triliun.
Pada Jumat (28/11), BEI meraih penghargaan Gold Rank untuk Sustainability Report Tahun 2024 dan penghargaan “Commendation for First Year Participation” pada Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025 yang diselenggarakan oleh National Center for Corporate Rating (NCCR). Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Keuangan, Sumber Daya, dan Umum, Ibu Risa E. Rustam di The Westin Resort Nusa Dua, Bali. Melalui penghargaan ini, BEI menegaskan posisinya sebagai institusi yang berkomitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan standar pelaporan keberlanjutan hingga mampu mendapatkan pengakuan di tingkat nasional maupun regional.
Data perdagangan saham di BEI selama periode 24—28 November 2025 ditutup pada zona positif. Peningkatan tertinggi tercatat pada rata-rata nilai transaksi harian BEI, yaitu sebesar 41,87% menjadi Rp30,31 triliun, dari Rp21,37 triliun pada pekan sebelumnya. Kemudian peningkatan turut dialami oleh rata-rata volume transaksi harian Bursa pada pekan ini sebesar 28,57% menjadi 50,50 miliar lembar saham, dari 39,28 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 12,38% menjadi 2,61 juta kali transaksi, dari 2,32 juta kali transaksi pada pekan lalu. Kapitalisasi pasar BEI mengalami kenaikan sebesar 1,53% menjadi Rp15.626 triliun dari Rp15.391 triliun pada sepekan sebelumnya. Peningkatan turut dialami oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini, yaitu sebesar 1,12% dengan ditutup pada level 8.508,706, naik dari posisi 8.414,352 pada pekan lalu. Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp1,02 triliun dan sepanjang tahun 2025 ini investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp29,58 triliun.












