Danantara: 290 BUMN Ditutup, Target 300 Perusahaan hingga Akhir 2026

Ekonomi406 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta-  

CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa sebanyak 290 perusahaan BUMN telah ditutup sebagai bagian dari program transformasi dan perampingan perusahaan negara.

banner 336x280

Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk membuat pengelolaan BUMN lebih efektif, efisien, dan produktif.

Hal itu disampaikan Rosan dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Per hari ini memang kita sudah menurunkan jumlah sekitar 290 perusahaan yang sudah kami tutup dengan divestasi, dengan kita melakukan merger, likuidasi, konsolidasi vertikal dan lainnya,” ujar Rosan.

290 BUMN Ditutup dengan Berbagai Skema

Rosan menjelaskan, penutupan perusahaan dilakukan melalui sejumlah mekanisme. Di antaranya divestasi, merger, likuidasi, dan konsolidasi vertikal.

Langkah tersebut merupakan bagian dari proses streamlining BUMN untuk mengurangi tumpang tindih perusahaan serta mengoptimalkan pengelolaan aset negara.

Menurut Rosan, konsolidasi juga dilakukan terhadap sejumlah perusahaan yang memiliki bidang usaha serupa.

Salah satu contohnya adalah penggabungan perusahaan asset management yang sebelumnya dimiliki secara terpisah oleh bank dan institusi keuangan BUMN.

Penggabungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat skala usaha perusahaan.

Rumah Sakit dan Hotel BUMN Ikut Dikonsolidasikan

Selain perusahaan jasa keuangan, proses konsolidasi juga menyasar sektor kesehatan dan perhotelan.

Rosan mengatakan pemerintah terus menggabungkan sejumlah rumah sakit yang berada dalam ekosistem BUMN.

“Kemudian juga kita terus menggabungkan baik itu rumah sakit, hospitals. Kurang lebih kita, setelah kita gabungkan ini kita punya ada 137 hotel, itu juga kita gabungkan,” jelas Rosan.

Konsolidasi tersebut diharapkan dapat mengurangi pengelolaan aset yang terpisah-pisah sekaligus meningkatkan produktivitas.

Dengan penggabungan perusahaan dan aset yang memiliki karakteristik serupa, pemerintah dapat melakukan pengelolaan secara lebih terintegrasi.

Target 300 BUMN hingga Akhir 2026

Rosan mengatakan proses perampingan BUMN masih terus berjalan. Pemerintah menargetkan jumlah perusahaan BUMN dapat ditekan menjadi sekitar 300 perusahaan pada akhir 2026.

“Target memang pada akhir tahun ini kita bisa mencapai kurang lebih 300 perusahaan BUMN pada akhirnya,” kata Rosan.

Ia mengakui proses transformasi tersebut bukan pekerjaan mudah. Namun, Rosan optimistis target tersebut dapat dicapai.

Menurutnya, penyederhanaan jumlah BUMN akan memberikan sejumlah manfaat, mulai dari meningkatkan efisiensi, produktivitas, hingga mengoptimalkan aset-aset milik negara.

Danantara Fokus Optimalkan Aset Negara

Transformasi BUMN menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola perusahaan negara.

Dengan jumlah perusahaan yang lebih ramping, pemerintah berharap pengelolaan BUMN dapat dilakukan secara lebih terarah dan menghindari tumpang tindih usaha.

Rosan menegaskan proses streamlining akan terus dilakukan hingga target jumlah BUMN tercapai.

Langkah tersebut diharapkan membuat perusahaan negara semakin sehat, produktif, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia.

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *