
Ingetindonesia.com,Jakarta – Program Magang Nasional yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terbukti menjadi salah satu jalur efektif untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengungkapkan, sebanyak 64 persen peserta program magang memperoleh peluang untuk melanjutkan bekerja di perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Pernyataan tersebut disampaikan Afriansyah dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senin (6/7/2026). Berdasarkan hasil survei Kemenaker, sekitar 30 persen peserta Magang Nasional langsung menerima kontrak kerja setelah menyelesaikan masa magang.
“Dari data survei, anak-anak magang yang kita siapkan itu rata-rata 30 persen di antaranya langsung diterima bekerja di perusahaan tempat mereka magang. Rata-rata dalam waktu satu minggu setelah selesai, mereka sudah menandatangani kontrak baru dengan perusahaan tersebut,” ujar Afriansyah.
Selain itu, sebanyak 34 persen peserta lainnya belum menerima tawaran kerja secara resmi, namun telah memperoleh indikasi kuat untuk direkrut. Sementara 36 persen peserta mengaku belum mendapatkan tawaran pekerjaan.
“Jadi, total ada 64 persen peserta yang pada akhirnya melanjutkan kerja di perusahaan tempat mereka magang sebelumnya,” tambahnya.
Program Magang Nasional 2025 diikuti oleh 102.600 peserta yang lolos dari proses seleksi terhadap 370.500 pendaftar. Program tersebut didukung oleh 11.772 perusahaan mitra dari berbagai sektor industri.
Afriansyah menjelaskan, sektor keuangan (finance) menjadi bidang yang paling banyak menyerap lulusan Program Magang Nasional. Berdasarkan data Kemenaker, sekitar 23 persen responden atau sekitar 3.000 peserta di sektor tersebut langsung memperoleh tawaran kontrak kerja.
Di bawah sektor keuangan, penyerapan tenaga kerja juga cukup tinggi pada sektor perdagangan besar (wholesale trade) sebesar 17,9 persen, manufaktur 16,5 persen, kesehatan 10,3 persen, akomodasi 5,2 persen, teknologi informasi dan komunikasi (ICT) 4,8 persen, administrasi dan layanan pendukung 4,6 persen, jasa profesional 3,3 persen, serta sektor pendidikan dan transportasi yang masing-masing mencatatkan 2,9 persen.
Menurut Afriansyah, tingginya angka penyerapan di sektor keuangan menunjukkan kebutuhan industri terhadap tenaga kerja muda yang telah memiliki pengalaman kerja melalui program magang.
MagangHub 2026 Perkuat Kesiapan Lulusan Baru
Sementara itu, pemerintah kembali melanjutkan Program Magang Nasional melalui skema MagangHub 2026 sebagai bagian dari strategi mempercepat transisi lulusan perguruan tinggi ke dunia kerja.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan MagangHub merupakan inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan dunia industri dengan kompetensi lulusan baru.
“Program ini merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah agar bisa langsung bekerja dan memperoleh penghasilan,” ujar Teddy.
Dalam program tersebut, lulusan baru, khususnya jenjang sarjana (S1), akan mengikuti magang intensif selama enam bulan di perusahaan mitra. Selama mengikuti program, peserta memperoleh uang saku yang disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah penempatan.
Besaran uang saku yang diterima peserta berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, tergantung lokasi penempatan kerja.
Melalui perluasan Program Magang Nasional dan MagangHub, pemerintah berharap semakin banyak lulusan baru yang memperoleh pengalaman kerja sekaligus kesempatan direkrut secara permanen, sehingga dapat menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.














