Jakarta- Sebanyak 199.528 kepala keluarga (KK) di Jakarta tercatat belum memiliki septic tank dan masih membuang limbah jamban langsung ke badan air seperti got dan sungai. Data ini mencakup 205 kelurahan di seluruh wilayah Jakarta.
“119.528atau sekitar 4,6 persen kepala keluarga yang tersebar di 205 kelurahan Jakarta tidak memiliki septic tank,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jakarta, Ani Ruspitawati saat dikonfirmasi, Sabtu (3/5/2025).
Ani menjelaskan, kondisi tersebut tergolong dalam perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) tertutup. Artinya, warga memang menggunakan jamban, tetapi pembuangan limbahnya tidak melalui septic tank melainkan langsung ke got atau sungai.
Menurut dia, persoalan ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya pembuangan limbah ke badan air. Selain itu, keterbatasan lahan di lingkungan tempat tinggal warga untuk membangun septic tank.
“Selain itu juga karena keterbatasan area rumah warga untuk dibangun septic tank,” ungkapnya
“Kalau pagar di belakang, nanti sudah kita buatkan. Mudah-mudahan kecelakaan yang terjadi selama ini bisa turun karena bagaimanapun memang terutama lalu lintas di sini kereta apinya kan sering banget,” ungkapnya.
Di sisi lain, saat kampanye itu Pramono menyebut akan menggunakan dana pribadi untuk membuatkan pagar pembatas di wilayah tersebut. Namun kini, dia mengaku sudah banyak CSR (Corporate Social Responsibility) yang menawarkan bantuan untuk bersama-sama membangun Jakarta.
Kendati demikian, Pramono belum menyebut berapa nilai anggaran yang dikeluarkan untuk hal tersebut. “Nanti dihitung dulu. Kita lakukan sebaik mungkin,” ucapnya.












