banner 468x60

Ingetindonesia.com,Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar pameran Jelajah Indonesia Wastra Nusantara di Rama Atrium, East Mall Lantai 1, Grand Indonesia, Jakarta. Pameran ini berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 September 2026.

Melalui pameran Jelajah Indonesia Wastra Nusantara, Kemenpar berupaya memperkuat pariwisata berbasis budaya atau cultural tourism dan pariwisata berbasis pengalaman (experience-based tourism).

banner 336x280

Pameran tersebut juga menjadi sarana untuk mendekatkan kekayaan budaya serta ragam destinasi Indonesia kepada masyarakat, khususnya masyarakat urban.

Wastra Jadi Daya Tarik Pariwisata Budaya

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan wastra Indonesia memiliki potensi besar sebagai daya tarik pariwisata budaya.

Menurutnya, setiap kain tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa identitas, pengetahuan, tradisi, dan cerita dari daerah asalnya.

Melalui pameran ini, Kemenpar mengangkat berbagai kekayaan wastra Indonesia, mulai dari batik, tenun, hingga kain ikat.

Wastra tersebut dihadirkan sebagai media penceritaan atau storytelling yang dapat menghubungkan masyarakat dengan berbagai destinasi wisata di Indonesia.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk mengenal daerah asal wastra. Selain itu, pameran juga diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk mengunjungi berbagai destinasi sekaligus meningkatkan belanja pariwisata.

“Indonesia memiliki kekayaan wastra yang luar biasa, baik sebagai identitas budaya maupun magnet pariwisata. Kami berharap sinergi ini menempatkan wastra bukan sekadar produk tekstil, melainkan jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan keunikan destinasi di berbagai wilayah Indonesia,” kata Ni Made Ayu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Jelajah Indonesia Wastra Nusantara Gandeng Sejumlah Mitra

Dalam penyelenggaraannya, Jelajah Indonesia Wastra Nusantara melibatkan sejumlah mitra strategis dari berbagai sektor.

Kemenpar berkolaborasi dengan BCA yang menyediakan area pameran seluas 112 meter persegi di Rama Atrium, Grand Indonesia.

Pameran tersebut juga mendapat dukungan dari Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) serta BINA.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperluas promosi wastra Indonesia.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkenalkan berbagai destinasi yang menjadi tempat lahir dan berkembangnya kekayaan budaya Nusantara.

“Kerja sama antara Kementerian Pariwisata, BCA, HIPPINDO, dan BINA menjadi bagian penting dalam menghadirkan pameran yang representatif. Melalui dukungan area pameran dari BCA serta jaringan ritel HIPPINDO, kami dapat menyediakan ruang promosi yang lebih luas bagi keindahan wastra Indonesia,” ujar Erwita.

Ia berharap langkah tersebut tidak hanya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap wastra, tetapi juga mendorong wisatawan nusantara mengunjungi destinasi asal kain-kain tersebut.

Promosikan Destinasi Wisata Lewat Wastra

Untuk memperkuat hubungan antara wastra dan pengalaman berwisata, pameran ini menghadirkan sejumlah pelaku industri pariwisata dari berbagai daerah.

Peserta yang terlibat antara lain Batik Warisan dari Pekalongan, Jawa Tengah, Lombok Paradise Tour & Travel yang mempromosikan Lombok, serta Badan Otorita Borobudur yang mewakili Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Selain itu, terdapat Jabu Bonang yang mempromosikan Danau Toba, Ainon Holidays untuk Palembang, CakraMahira Bespoke Travel yang memperkenalkan Jakarta, 8 Island Adventure yang mempromosikan Bali, serta APH Travel & MICE dari Sumatera Barat.

Kehadiran para pelaku industri pariwisata tersebut memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengenal ragam wastra sekaligus mendapatkan informasi mengenai berbagai destinasi wisata budaya.

Pengunjung juga dapat memperoleh informasi tentang pilihan perjalanan wisata ke daerah-daerah yang menjadi asal kekayaan wastra Indonesia.

Ada Membatik hingga Fashion Show Wastra

Selain pameran, pengunjung Jelajah Indonesia Wastra Nusantara dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan interaktif.

Sejumlah kegiatan yang disiapkan antara lain membatik bersama perajin, peragaan busana atau fashion show yang menampilkan koleksi wastra khas daerah.

Fashion show tersebut menghadirkan Miss dan Mister Tourism binaan ASPPI.

Pameran ini juga menggelar diskusi interaktif bersama pelaku industri pariwisata, kuis, hingga sesi penataan gaya atau styling wastra.

Batik Riana Kesuma serta Batik & Tenun Rolla turut berpartisipasi sebagai perwakilan industri ritel dengan menghadirkan berbagai koleksi batik dan tenun khas Indonesia.

Melalui Jelajah Indonesia Wastra Nusantara, Kemenpar berharap wastra dapat semakin dikenal bukan hanya sebagai produk budaya, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman wisata yang mendorong masyarakat menjelajahi berbagai destinasi di Indonesia.

 

 

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *