SUSTAINABILITAS Luncurkan Kembali Skema Pembiayaan Hijau, Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Edukasi99 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta — SUSTAINABILITAS kembali meluncurkan skema pembiayaan proyek ramah lingkungan guna mendorong pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia. Peluncuran ini diadakan di Jakarta pada Selasa (7/4) dan ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama Global Alliance for a Sustainab

Skema pembiayaan ini sebenarnya telah berjalan sejak tahun 2016 dan fokus pada pendanaan jangka panjang untuk berbagai proyek berkelanjutan, seperti energi terbarukan, pertanian ramah lingkungan, serta upaya pengurangan deforestasi.

Direktur SUSTAINABILITAS William Sabandar menjelaskan bahwa platform ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendanaan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan kajian, rekomendasi kebijakan, hingga pembentukan strategi kemitraan lintas sektor.

“SUSTAINABILITAS adalah rumah bagi TLFF. Di sini kami bersama-sama akan membuat kajian, rekomendasi kebijakan, melihat potensi penanganan, membangun kemitraan dengan berbagai pihak, investasi untuk pendanaan, pelaku bisnis dan inisiator, sampai pada pemberdayaan ko

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Global Alliance for a Sustainable Planet Satya Tripathi menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan ekonomi hijau, terutama didukung oleh kekayaan sumber daya alam dan potensi cadangan karbon yang signifikan.

“Dibandingkan 10 tahun lalu, Indonesia memiliki peluang dan tantangan yang sama besarnya. Dengan target net zero 2030, TLFF kini memiliki konteks yang lebih baik dari sisi kebijakan, strategi, dan kegiatan lapangan,” kata Satya.

Ia menyebut Indonesia memiliki potensi cadangan karbon hingga 600 juta ton yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan ekosistem sekaligus mendorong keadilan

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci utama dalam mencapai target tersebut. “Yang perlu dilakukan sekarang adalah menata diri dan bekerja sama agar kita fokus pada lingkungan dan pertumbuhan ekonomi hijau yang memberikan manfaat bagi semua menuju tahun 2030,” tambahnya.

Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said, juga menekankan pentingnya peran institusi dalam memastikan gagasan ekonomi hijau dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan.

“Ide hanya akan berdampak bila institusi yang diwadahi. Institusi akan melahirkan kepemimpinan, kebijakan, dan aksi yang berkelanjutan, bahkan ketika para penggagasnya sudah tidak ada,” ujarnya.

Melalui skema ini, SUSTAINABILITAS menargetkan dukungan bagi proyek-proyek yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor energi, pertanian, dan pengelolaan lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat transisi menuju ekonomi hijau sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di Indonesia.