Raja Keraton Solo Pakubuwono XIII Tutup Usia, Dimakamkan di Imogiri 5 November 2025

Berita, Daerah192 Views

Ingetindonesia.com,Solo – Kabar duka datang dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Raja Keraton Solo, Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII, tutup usia pada Minggu (2/11/2025) pukul 07.30 WIB. Beliau wafat setelah lama berjuang melawan sakit komplikasi.

“Sudah lama beliau sakit, terakhir komplikasi, macam-macam, termasuk gula darah tinggi, dan seterusnya, sudah sepuh juga,” ungkap adik ipar almarhum, KPH Eddy Wirabumi.

Menurut keluarga, PB XIII sempat beberapa kali keluar-masuk rumah sakit untuk menjalani perawatan. Kondisinya sempat membaik sehingga masih sempat mengikuti acara adat Adang Dal di Keraton. Namun, tak lama kemudian, kesehatannya kembali menurun hingga akhirnya berpulang.

“Cukup lama (dirawat). Sebelum acara Adang Dal beliau sempat masuk (RS), kemudian lumayan sehat kondor (pulang) ikut acara itu. Setelah itu gerah lagi, masuk lagi (dirawat di RS) sampai sekarang,” tambah Eddy.

Pihak Keraton Solo kini tengah mempersiapkan prosesi pemakaman secara adat bagi almarhum PB XIII. Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 5 November 2025, di Makam Raja-Raja Imogiri, Yogyakarta — tempat peristirahatan terakhir para raja Mataram.

“Pemakaman sudah kita sepakati hari Rabu tanggal 5 (November), kita upacara dari jam 08.00 WIB,” ujar GKR Wandasari atau Gusti Moeng, adik almarhum.

Sebelum diberangkatkan ke Imogiri, jenazah akan menjalani prosesi adat di lingkungan Keraton Surakarta. Rute kirab jenazah raja akan dimulai dari Ndalem Keraton, melewati Bangsal Magangan, Alun-alun Selatan, hingga ke arah Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo.

“Tadi sebetulnya ada kehendak mau ditransitkan dengan kereta (jenazah) dulu di Wuryaningratan, tapi sekarang ini sudah pasti kalau kita minta kepada pak Wali Kota ke Loji Gandrung,” jelas Gusti Moeng.

Wafatnya Pakubuwono XIII meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Keraton Surakarta dan masyarakat Solo. Semasa hidup, beliau dikenal sebagai sosok yang tegas namun bijaksana dalam menjaga marwah tradisi dan budaya Jawa.