Prabowo Teriakan Free Palestine di Peringatan 100 Tahun Gontor

Berita, Daerah30 Views

Ingetindonesia.com,PONOROGO – Presiden Prabowo Subianto menerima sorban dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari saat menghadiri peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Momen tersebut terjadi ketika Prabowo menyapa sejumlah duta besar yang hadir dalam acara tersebut. Prabowo menyebut Duta Besar Suriah, Duta Besar Yaman, dan Duta Besar Palestina dalam sambutannya.

“Duta Besar Suriah, Duta Besar Yaman, Duta Besar Palestina,” kata Prabowo.

Saat namanya disebut, Abdalfatah Al-Sattari berdiri sambil menunjukkan sorban yang hendak diberikan kepada Prabowo. Duta Besar Palestina tersebut kemudian menghampiri Prabowo dan mengalungkan sorban itu kepada Presiden.

Prabowo Singgung Kondisi Palestina

Setelah menerima sorban dari Duta Besar Palestina, Prabowo melanjutkan sambutannya. Presiden kemudian menyampaikan bahwa dirinya teringat dengan kondisi masyarakat Palestina.

Prabowo mengatakan masyarakat Palestina masih menghadapi serangan. Ia juga menyampaikan keprihatinan terkait kondisi yang dialami masyarakat Palestina.

“Saya minta maaf, tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus. Dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” kata Prabowo.

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi dorongan bagi Indonesia untuk memperkuat bangsa. Ia mengajak para kiai, ulama, pendidik, dan santri untuk mendorong generasi muda agar belajar dengan sungguh-sungguh.

“Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak, kehendak untuk belajar sungguh-sungguh, kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” ujarnya.

Prabowo Ajak Generasi Muda Belajar dari Sejarah

Prabowo juga mengajak generasi penerus untuk belajar dari sejarah Indonesia. Salah satu pengalaman sejarah yang disinggung adalah masa ketika Indonesia berada di bawah penjajahan bangsa lain.

Menurut Prabowo, pengalaman tersebut perlu menjadi pelajaran agar Indonesia tidak kembali berada dalam kondisi yang lemah.

“Saya berharap dari generasi penerus, dari ustaz-ustaz, dari ulama-ulama untuk bisa membangunkan keberanian untuk belajar dari kelemahan-kelemahan kita sendiri, kekurangan-kekurangan kita sendiri,” ujar Prabowo.

Prabowo menyebut pengalaman penjajahan sebagai kenyataan sejarah yang pahit bagi Indonesia. Ia mengajak generasi penerus untuk mengambil pelajaran dari pengalaman tersebut.

“Kita pernah dijajah oleh bangsa lain. Itu kenyataan yang pahit. Ya, bapak-bapak kita, eyang-eyang kita, kakek-kakek kita, ya, pendahulu-pendahulu kita ya berjuang, ya melawan, tapi cukup lama kita di bawah telapak kaki bangsa lain,” katanya.

“Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui, dan kita harus belajar dari situ, dan kita harus bertekad jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun!” sambung Prabowo.

Presiden kemudian menekankan pentingnya Indonesia memiliki kekuatan agar dapat membantu bangsa lain yang mengalami penindasan.

Menurut Prabowo, kemampuan suatu negara untuk membantu negara lain juga berkaitan dengan kekuatan yang dimilikinya.

“Kita harus kuat, karena kita dengan kekuatan, kalau kita kuat, kita bisa bantu saudara-saudara kita yang ditindas atau tertindas bangsa lain, kalau kita tidak punya kekuatan bagaimana kita membantu,” tutur Prabowo.

Momen pemberian sorban oleh Duta Besar Palestina tersebut berlangsung dalam rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.