Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Investasi Capai Rp376 Triliun

Berita, Ekonomi318 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan (groundbreaking) Proyek LNG Lapangan Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026). Proyek strategi nasional yang telah dinantikan selama hampir tiga dekade diperkirakan tidak menjadi penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Peresmian dilakukan secara virtual dari Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam berbagai hal, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan proyek tersebut tidak boleh kembali mengalami penundaan.

“Hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu. Tiga dekade, tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tak boleh terhambat, harus selesai sesingkat-singkatnya,” ujar Prabowo.

Proyek LNG Abadi Masela dikembangkan oleh perusahaan energi asal Jepang, Inpex , bekerja sama dengan Pertamina dan Petronas . Nilai investasinya mencapai sekitar US$20,9 miliar atau setara Rp376,2 triliun .

Lapangan Abadi Masela dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA) , menyalurkan gas untuk kebutuhan domestik sebesar 150 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) , serta memproduksi sekitar 35.000 barel kondensat per hari . Produksi tersebut diharapkan dapat memperkuat pasokan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor migas.

Setelah melalui proses pengembangan sejak penandatanganan kontrak pada tahun 1998, proyek ini akhirnya memasuki tahap konstruksi. Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen , melampaui target yang ditetapkan. Berbagai strategi perizinan dan penyelesaian desain fasilitas utama juga terus diproses sebagai persiapan menuju Final Investment Decision (FID) yang ditargetkan pada akhir 2026.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut dimulainya pembangunan Abadi Proyek Masela sebagai babak baru bagi industri migas nasional. Menurutnya, proyek yang sempat tertunda selama 28 tahun itu akhirnya dapat dilaksanakan di era pemerintahan Presiden Prabowo.

“Pada hari ini tepat 16 Juli 2026 kita menandai babak baru. Proyek Abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu, melewati enam presiden. Presiden Prabowo Subianto yang bisa menyelesaikan proyek ini,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab utama tertundanya proyek selama puluhan tahun adalah mengenai lokasi pembangunan fasilitas produksi, apakah dilakukan di laut (offshore) atau di darat (onshore). Menurut Bahlil, Arah Presiden Prabowo untuk mempercepat pelaksanaan proyek menjadi kunci penyelesaian berbagai hambatan tersebut.

Bahlil juga mengungkapkan bahwa Presiden telah mencatat percepatan pelaksanaan proyek-proyek minyak dan gas yang telah mendapat izin pengembangan (Plan of Development/POD), namun belum terealisasi. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui percepatan investasi di sektor energi.

Dengan dimulainya pembangunan Lapangan Abadi Masela, pemerintah berharap strategi proyek ini dapat menjadi salah satu motor penggerak industri migas nasional, meningkatkan produksi energi dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara di masa mendatang.