Prabowo: Pemerintah Harus Dekat dengan NU dan Muhammadiyah agar Indonesia Aman

Berita423 Views

Ingetindoensia.com,JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya hubungan yang dekat antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan Islam, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Menurut Prabowo, kedua organisasi tersebut merupakan aset besar bangsa yang memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan mendorong kemajuan Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Prabowo mengatakan pemerintah atau umara perlu membangun hubungan yang erat dengan NU dan Muhammadiyah jika Indonesia ingin bangkit dan tetap aman.

“Yang disampaikan Gus Yahya itu sangat benar, juga oleh Kiai Hasib. Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiyah,” kata Prabowo.

Prabowo Sebut NU dan Muhammadiyah Aset Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut NU dan Muhammadiyah sebagai aset bangsa yang sangat besar . Ia menilai kedua organisasi Islam tersebut telah memberikan kontribusi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Prabowo juga mengakui dukungan NU dan Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam perjalanan politiknya hingga dipercaya menjadi Presiden Republik Indonesia.

“Nahdlatul Ulama aset bangsa yang sangat-sangat besar, sama dengan Muhammadiyah, ojo lali. Jadi kalau saya sebagai presiden ya, mandataris rakyat, ya jelas tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris rakyat,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, keberadaan NU dan Muhammadiyah tidak hanya penting dari sisi kehidupan keagamaan. Kedua organisasi tersebut juga memiliki jaringan sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan yang luas di Indonesia.

Prabowo Berkomitmen Perkuat NU dan Muhammadiyah

Prabowo kemudian menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dan memberdayakan NU. Komitmen tersebut juga mencakup pesantren-pesantren yang berada di lingkungan NU serta Muhammadiyah.

“Saya tidak ragu-ragu, saya berpikir terus bagaimana saya memperkuat, memperkuat, memperkuat Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap peran organisasi masyarakat Islam dalam pembangunan nasional. Pesantren dan lembaga pendidikan yang dikelola NU maupun Muhammadiyah dinilai memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia.

Pemerintah dan Ormas Islam Dinilai Perlu Bersinergi

Hubungan pemerintah dengan organisasi masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial. Prabowo menilai sinergi dengan NU dan Muhammadiyah dapat memperkuat upaya pemerintah dalam membangun Indonesia.

Dengan jaringan yang luas hingga berbagai daerah, NU dan Muhammadiyah memiliki peran strategis di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

Oleh karena itu, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan kedua organisasi Islam tersebut.