Prabowo Janji Sediakan Obat Murah untuk Rakyat, Targetkan Obat Generik Lebih Terjangkau dalam Setahun

Berita, Daerah13 Views
banner 468x60

Ingetindonesia.com,JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terjangkau bagi masyarakat, termasuk melalui penyediaan obat-obatan dengan harga murah.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH M Thohir di Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026).

banner 336x280

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan pemerintah tengah berupaya keras agar masyarakat dapat memperoleh obat-obatan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama obat generik yang menjadi kebutuhan dasar pelayanan kesehatan.

“Kita akan mengusahakan obat kepada rakyat semurah-murahnya. Dalam setahun ini saya harap kita bisa memberikan obat generik yang murah kepada rakyat,” kata Prabowo .

Menurut Presiden, akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas harus diimbangi dengan ketersediaan obat yang mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan berbagai langkah strategi dalam satu tahun ke depan untuk menekan harga obat, khususnya obat generik.

Selain meresmikan fasilitas kesehatan tersebut, Prabowo juga berharap RSUD KH M Thohir dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir barat Lampung.

Ia menekankan pentingnya integritas dalam penyelenggaraan layanan kesehatan dan mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan penyimpangan yang merugikan masyarakat.

“Saya juga berpesan tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi pada pelayanan terhadap rakyat,” tegasnya.

Pernyataan Presiden mengenai penyediaan obat murah muncul di tengah kekhawatiran potensi kenaikan harga obat akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Dalam beberapa waktu terakhir, kurs rupiah sempat menyentuh level di atas Rp18.000 per dolar AS, yang berpotensi mempengaruhi biaya produksi industri farmasi yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah telah menerima masukan dari sejumlah perusahaan farmasi terkait kenaikan harga bahan baku obat.

“Kami sudah menerima beberapa masukan dari beberapa perusahaan obat bahwa bahan bakunya mereka ada yang naik,” ujar Budi Gunadi Sadikin kepada wartawan, Senin (8/6/2026).

Meski begitu, Menkes menilai kenaikan harga obat tidak akan sepenuhnya mengikuti tingkat pelemahan rupiah. Menurutnya, harga obat mempengaruhi berbagai komponen biaya, mulai dari bahan baku, distribusi, pemasaran, hingga operasional, yang sebagian besar menggunakan mata uang rupiah.

Kementerian Kesehatan saat ini tengah menghitung dampak riil kurs terhadap harga obat bersama pelaku industri farmasi.

“Saya sudah minta Ibu Dirjen, kan komponen harga obat selain bahan baku ada juga komponen biaya distribusi, pemasaran. Coba panjang dihitung angkanya. Sekarang sedang dibahas dengan para industri,” kata Budi.

Ia memperkirakan dampak kenaikan kurs terhadap harga obat tidak akan sebesar persentase pelemahan nilai tukar itu sendiri. Jika dolar mengalami kenaikan sekitar 20 persen, misalnya maka kenaikan harga obat diperkirakan akan jauh lebih rendah karena hanya sebagian komponen biaya yang terdampak langsung.

Komitmen pemerintah untuk menyediakan obat generik yang lebih murah diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam memperluas akses kesehatan sekaligus menjaga daya beli di tengah tantangan ekonomi global dan melemahkan nilai tukar mata uang.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *