Prabowo Hadiri Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP di Batang

Berita, Daerah136 Views

Ingetindonesia.com,Batang – Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Prabowo menyaksikan langsung akad massal yang melibatkan 62 ribu debitur.

Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Setibanya di lokasi, Presiden langsung menyapa dan menyalami sejumlah warga yang akan mengikuti akad massal kepemilikan rumah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Tiga Juta Rumah yang terus didorong pemerintah untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Akad massal KPR FLPP digelar secara hybrid. Sebanyak 200 debitur hadir langsung di Batang, sedangkan 61.800 debitur lainnya mengikuti secara daring dari 36 provinsi di Indonesia.

Pelaksanaan akad massal ini merupakan rangkaian ketiga yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Cileungsi, Bogor, pada 29 September 2025 dan Serang, Banten, pada 20 Desember 2025.

Akad massal tersebut menjadi penanda bahwa rumah yang telah dibangun siap untuk dimiliki dan dihuni oleh masyarakat penerima manfaat.

Dorong Kepemilikan Rumah bagi MBR

Melalui skema FLPP, pemerintah memberikan sejumlah kemudahan pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Fasilitas tersebut mencakup suku bunga rendah yang tetap hingga akhir tenor, uang muka ringan, serta cicilan yang terjangkau.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi kesenjangan kebutuhan perumahan atau backlog, sekaligus menghadirkan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi keluarga Indonesia.

Hingga Juli 2026, tercatat 107.410 masyarakat berpenghasilan rendah telah menerima manfaat pembiayaan FLPP. Tingkat keterhunian rumah dari program tersebut mencapai 93,35 persen.

Pemerintah berharap percepatan program perumahan dapat semakin membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga Indonesia.