Ingetindonesia.com,Jakarta- Prabowo Subianto mendesak perusahaan aplikator ride-hailing seperti Gojek dan Grab untuk memangkas potongan aplikasi (fee) bagi pengemudi ojek online (ojol) menjadi di bawah 10 persen. Saat ini, potongan tersebut diketahui berada di kisaran 20 persen atau bahkan lebih.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (1/5). Dalam pidatonya, ia menyoroti beratnya pekerjaan pengemudi ojol yang dinilai mempertaruhkan keselamatan setiap hari di jalan.
“Saudara-saudara, ojol kerja keras. Ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari, aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Bagaimana ojol, setuju 20 persen?” ujar Prabowo di hadapan massa buruh.
Ia kemudian menegaskan bahwa potongan tersebut harus diturunkan secara signifikan. Bahkan, menurutnya, angka 10 persen pun masih terlalu tinggi.
“Kalian minta 10 persen? Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen! Harus di bawah 10 persen!” tegasnya dengan nada berapi-api.
Prabowo juga memberi peringatan keras kepada para aplikator agar mematuhi kebijakan tersebut. Ia menyebut, jika perusahaan tidak bersedia mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah, maka sebaiknya tidak beroperasi di Indonesia.
“Enak saja, yang keringetan driver, yang dapat duit perusahaan. Kalau tidak mau ikut, tidak usah usaha di Indonesia,” katanya.
Tuntutan Lama Pengemudi Ojol
Isu besaran potongan aplikasi ini bukan hal baru. Dalam satu hingga dua tahun terakhir, para pengemudi ojol kerap menggelar aksi demonstrasi di Jakarta dan sekitarnya untuk menuntut penurunan fee. Mereka menilai potongan yang tinggi membuat pendapatan semakin menipis.
Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor KP 1001 Tahun 2022, potongan aplikasi maksimal ditetapkan sebesar 20 persen. Namun, sejumlah asosiasi pengemudi, seperti Garda Indonesia, mengklaim bahwa dalam praktiknya potongan bisa mencapai 30 hingga 40 persen.
Kondisi tersebut memicu protes dari para pengemudi di lapangan yang merasa beban operasional semakin berat, sementara penghasilan tidak sebanding.
Dengan pernyataan terbaru dari Presiden, para pengemudi ojol kini berharap adanya kebijakan konkret yang benar-benar menekan potongan aplikasi dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
