Prabowo: Aparat Wajib Proporsional, Tapi Jaga Demo Bukan Hal Mudah

Berita548 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya sikap proporsional aparat penegak hukum dalam menangani demonstrasi yang berujung ricuh di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa setiap pelanggaran yang dilakukan aparat tidak boleh dibiarkan, melainkan harus ditindak sesuai aturan yang berlaku.

 

“Saya kira itu keharusan, bahwa semua petugas harus bertindak proporsional,” ujar Prabowo dalam pertemuan dengan pimpinan media, termasuk Pemred SCTV Retno Pinasti, di Hambalang, akhir pekan ini.

 

Menurutnya, pemerintah telah menunjukkan keseriusan dalam memberikan sanksi terhadap aparat yang terbukti melanggar standar operasional prosedur (SOP). Ia menyebut ada aparat yang sudah diinvestigasi, ditindak, bahkan diberhentikan dari jabatannya.

 

“Kalau tidak bertindak proporsional, petugas juga harus bertanggung jawab. Kita sudah buktikan, ada yang ditindak, ada yang diinvestigasi, bahkan kalau tidak salah sudah ada yang diberhentikan,” tegasnya.

 

Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa menjaga keamanan saat aksi massa bukan hal mudah. Ia menyinggung adanya aksi pembakaran dalam unjuk rasa yang menurutnya sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.

 

“Gerakan bakar-bakar di seluruh dunia ini adalah gerakan yang sangat membahayakan, mengancam nyawa orang lain. Terbukti ada empat orang di Makassar, ASN, yang mati karena kebakaran,” ujarnya.

 

Kericuhan di Makassar yang berujung pada pembakaran gedung DPRD setempat diketahui menewaskan empat aparatur sipil negara. Secara keseluruhan, Prabowo menyebut jumlah korban jiwa akibat aksi demonstrasi ricuh belakangan ini mencapai sepuluh orang.

 

“Totalnya sepuluh ya? Iya, saya tahu. Tapi kan dia korban. Mereka mati dalam keadaan… jadi siapa yang menimbulkan kerusuhan ini yang harusnya bertanggung jawab,” tambah Prabowo.

 

Latar Belakang

 

Gelombang demonstrasi besar-besaran sejak akhir Agustus 2025 dipicu oleh insiden tewasnya seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta. Insiden tersebut memicu kemarahan publik hingga aksi protes merebak di berbagai kota.

 

Dalam berbagai pernyataannya, Prabowo menekankan dua hal: aparat wajib menjaga proporsionalitas dan akuntabilitas, namun pada saat yang sama aktor-aktor yang memicu kerusuhan dan aksi berbahaya juga harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa.