Potongan Aplikator Gojek Turun Jadi 8 Persen, Skema Tarif dan Pendapatan Mitra Berubah

Mulai 1 Juli 2026 meningkatkan porsi pendapatan pengemudi hingga 92 persen dari tarif perjalanan, disertai penyesuaian tarif dan pengurangan promo pelanggan.

Ekonomi55 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia (Gojek) resmi diberlakukan penurunan potongan aplikator bagi pengemudi ojek online (ojol) roda dua dari 20 persen menjadi 8 persen mulai 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas Arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026.

Perubahan skema bagi hasil ini tidak hanya berdampak pada pendapatan mitra pengemudi, tetapi juga mengubah struktur tarif perjalanan, besaran promo bagi pelanggan, serta pendapatan perusahaan.

Pada layanan GoRide Hemat (GoRide MURAAAH) , tarif perjalanan mengalami penyesuaian dari Rp10.500 menjadi Rp11.100. Di sisi lain, nilai promo yang diberikan kepada pelanggan berkurang dari Rp3.500 menjadi Rp2.100, sehingga total biaya yang dibayar pelanggan meningkat dari Rp7.000 menjadi Rp9.000.

Meski demikian, pendapatan mitra justru meningkat. Sebelumnya, pengemudi menerima Rp9.000 setelah dipotong biaya berlangganan “Gacor” sebesar Rp1.500. Dalam skema baru, biaya langganan tersebut dihapus dan digantikan dengan sistem pembagian pendapatan sebesar 92 persen dari tarif perjalanan, sehingga pendapatan mitra naik menjadi Rp10.212 per perjalanan.

Sementara itu, pendapatan Gojek berasal dari potongan aplikator sebesar 8 persen atau sekitar Rp888. Meski promo kepada pelanggan berkurang, perusahaan masih menanggung biaya promosi sehingga pendapatan bersih dari layanan ini tetap terpengaruh.

Pada layanan GoRide Reguler (GoRide CEPAAAT) , pelanggan tidak mengalami perubahan biaya akhir yang kepemilikannya, yakni tetap sebesar Rp13.500. Namun, tarif komponen mengalami penyesuaian dengan tarif perjalanan turun dari Rp13.000 menjadi Rp11.500, biaya sementara jasa aplikasi tetap Rp2.000 dan promo pelanggan dihapus.

Perubahan tersebut membuat penghasilan mitra meningkat dari Rp10.400 menjadi Rp10.580 karena kini memperoleh 92 persen dari tarif perjalanan.

Di sisi lain, komisi yang diterima Gojek turun signifikan, dari sebelumnya Rp2.600 menjadi Rp920 akibat penurunan potongan aplikator menjadi 8 persen. Dengan biaya jasa aplikasi yang tetap sebesar Rp2.000, total pendapatan perusahaan dari layanan GoRide Reguler turun dari Rp3.100 menjadi Rp2.920.

Kebijakan penurunan potongan aplikator ini disambut sebagai langkah untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi. Namun, sejumlah pengemudi sebelumnya mengaku masih menilai dampaknya terhadap pendapatan harian, mengingat adanya penyesuaian tarif dan pengurangan promo yang berpotensi mempengaruhi jumlah pesanan.

Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat menciptakan keseimbangan antara kepentingan mitra pengemudi, perusahaan aplikator, dan masyarakat sebagai pengguna layanan transportasi daring.