Polisi Tangkap Selebgram Figha Lesmana, Masuk Klaster Penghasut Kerusuhan Demo

Berita373 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta – Polisi menetapkan selebgram Figha Lesmana (FL) sebagai tersangka buntut konten ajakan demo yang ia unggah di TikTok. Video tersebut viral hingga ditonton 10 juta kali, berisi ajakan kepada mahasiswa dan pelajar untuk turun aksi di depan DPR/MPR RI.

 

“Penonton atau viewers-nya ada sekitar 10 juta. Konten itu mempromosikan ajakan kepada anak-anak sekolah untuk ikut aksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kamis (4/9/2025).

 

Dalam konten yang ditayangkan saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Figha tampak mengajak mahasiswa hingga pelajar SMK ikut aksi, bahkan menyerukan pembubaran DPR dan pencopotan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Polisi menilai tindakan tersebut sebagai hasutan yang berpotensi memicu kerusuhan.

 

“Perbuatan tersangka ini tergolong dalam klaster penghasut, yakni menghasut lewat medsos anak-anak dan pelajar untuk melakukan aksi yang berujung anarkis melawan polisi,” jelas Ade Ary.

 

Figha kini ditahan di Polda Metro Jaya. Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap peran lain di balik ajakan demo yang berujung kericuhan.

 

Masuk Klaster Penghasut Rusuh

 

Figha Lesmana merupakan satu dari enam tersangka yang ditangkap polisi terkait dugaan penghasutan kerusuhan saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada 25 dan 28 Agustus 2025.

 

Selain Figha, tersangka lain adalah Delpedro Marhaen (DMR), MS, SH, KA, dan RAP. Mereka disebut aktif menyebarkan hasutan melalui media sosial agar pelajar dan anak-anak terlibat dalam aksi yang berujung ricuh.

 

“Keenam pelaku ini ditangkap setelah Satgas Gakkum Anti Anarkis melakukan penyelidikan sejak Senin (25/8) dan menemukan bukti serta keterangan yang cukup untuk penetapan tersangka,” ujar Ade Ary.

 

DMR ditangkap di Jakarta Timur pada 1 September malam, sementara MS diamankan sehari setelahnya di Polda Metro Jaya. SH ditangkap di Bali, RAP di Palmerah (Jakarta Barat), dan KA ditangkap oleh Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya.

 

Polisi menegaskan akan terus memburu aktor utama yang diduga menggerakkan kerusuhan di Jakarta.