Polda Metro Jaya Benarkan Ada Korban Meninggal di Pejompongan

Berita308 Views

Ingetindonesia.com,JAKARTA – Polda Metro Jaya membenarkan adanya satu orang meninggal dunia dalam rangkaian kerusuhan demonstrasi yang terjadi di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026) dini hari.

Korban diketahui bernama Bambang Setiyawan (59). Ia merupakan pemilik toko kaca yang berada tidak jauh dari lokasi bentrokan.

Bambang diduga menjadi korban penganiayaan saat kerusuhan berlangsung. Setelah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri, Bambang sempat dievakuasi ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Bambang Keluar Rumah Mengecek Toko

Istri korban, Sudarsi, mengatakan Bambang sempat keluar rumah untuk memeriksa kondisi toko kacanya yang berada di sekitar lokasi bentrokan.

Namun, hingga larut malam, Bambang tidak kunjung pulang ke rumah. Keluarga kemudian mencari keberadaannya.

Sudarsi mengaku baru mendapat kepastian mengenai kondisi suaminya sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB.

“Saya baru tahunya kalau dia bener-bener gak ada itu di sekitar jam tigaan, jam empatan lah. Itu saya baru fix tahu kalau dia udah gak ada. Dulu anak-anak saya langsung nyari kan,” kata Sudarsi.

Keluarga kemudian mendapat informasi bahwa Bambang telah dibawa ke rumah sakit.

Keluarga Mengetahui Dugaan Penganiayaan dari Video

Sudarsi mengatakan pihak keluarga tidak melihat langsung kejadian yang menimpa Bambang.

Menurutnya, keluarga justru mengetahui dugaan penganiayaan terhadap Bambang melalui sebuah video yang diterima anaknya.

“Justru kita tahunya dari video. Kita gak ada yang lihat jelas nih posisi mayat ini, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita gak tahu,” ujar Sudarsi.

Anak korban kemudian mengirimkan video tersebut kepada anggota keluarga lainnya untuk memastikan apakah sosok yang terlihat dalam rekaman merupakan Bambang.

“Cuman sempat WA anak saya, ‘Coba kamu perhatiin nih video. Nih video Bapak bukan?’. Anak saya diiniin ternyata bener. Heeh. Itu Bapak katanya dicarilah sama dia. Gitu. Itulah aslinya ketemu,” tuturnya.

Jenazah Bambang sempat disemayamkan di rumah duka. Selanjutnya, jenazah dibawa ke TPU Kemanggisan, Jakarta Barat, untuk dimakamkan.

Polda Metro Jaya Benarkan Ada Korban Meninggal

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan adanya warga yang meninggal dunia di kawasan Pejompongan saat kerusuhan berlangsung.

Budi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Pertama kami sampaikan belasungkawa, warga kita berpulang,” kata Budi Hermanto, Jumat (28/8/2026).

Menurut Budi, polisi awalnya menerima informasi mengenai kerusuhan yang masih berlangsung di lokasi. Petugas kemudian melakukan pengamanan dan evakuasi setelah kondisi dinilai cukup aman.

“Berawal adanya informasi masyarakat di lokasi itu masih kerusuhan. Sehingga Polri lakukan evakuasi melihat dan menghitung evakuasi tersebut aman bagi petugas,” ujar Budi.

Saat lokasi diamankan, petugas Dokkes Polda Metro Jaya menemukan seorang laki-laki dalam kondisi pingsan.

Korban kemudian dievakuasi ke RS Mintoharjo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia.

“Dibawa ke RS Mintoharjo penanganan di RS yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Budi.

Setelah itu, jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Keluarga Tolak Autopsi

Budi Hermanto mengatakan pihak kepolisian sempat mengajukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Namun, pihak keluarga menolak pelaksanaan autopsi dan telah membuat surat pernyataan.

“Dibawa ke RS Polri diidentifikasi, dan kami tadi pagi bertemu anak almarhum yang bersangkutan tak bersedia autopsi, kami ajukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian tapi ditolak dan sudah keluarkan surat pernyataan,” pungkas Budi.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Bambang Setiyawan dan kronologi lengkap peristiwa yang menimpanya masih belum dijelaskan secara resmi. Polisi juga masih menangani rangkaian kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan.