Peresmian Kilang Terintegrasi RDMP Pertamina di Balikpapan, Proyek Kilang Terbesar di Indonesia

Berita449 Views

Ingetindonesia.com,Balikpapan – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan megaproyek kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1/2026). Proyek ini menjadi kilang minyak terbesar di Indonesia dan merupakan langkah besar dalam meningkatkan kapasitas pengolahan energi nasional.

“Melalui ucapan bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan infrastruktur energi terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan,” kata Prabowo dalam acara peresmian yang dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat penting.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, peresmian dilakukan secara simbolis dengan penekanan tombol oleh Presiden Prabowo.

Prabowo menyambut gembira peresmian kilang terbesar di Indonesia ini, yang ia sebut sebagai prestasi penting bagi bangsa. “Saya sangat bangga atas pencapaian ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan proyek besar ini. Ini adalah langkah penting bagi kemajuan negara,” ujar Presiden.

RDMP Balikpapan: Meningkatkan Kapasitas dan Ketahanan Energi Nasional

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa RDMP Balikpapan memiliki kapasitas untuk menghasilkan 360 ribu barel per hari, yang lebih tinggi dibandingkan dengan kapasitas sebelumnya, yang hanya 260 ribu barel. Proyek ini juga berpotensi menghemat devisa negara sekitar Rp 60 triliun.

“RDMP ini dapat menghemat devisa sebesar Rp 60 triliun lebih, karena dengan penambahan kapasitas produksi 100 ribu barrel, kita dapat menghasilkan 5,8 juta kiloliter BBM berkualitas tinggi per tahun,” ujar Bahlil. Selain itu, kilang ini juga memproduksi produk dengan standar Euro 5 yang ramah lingkungan dan mendukung target Net Zero Emission.

Investasi Besar untuk Ketahanan Energi dan Hilirisasi Industri

Megaproyek ini membutuhkan total investasi yang setara dengan Rp 123 triliun dan akan memodernisasi kilang eksisting untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, serta mendorong hilirisasi industri petrokimia. RDMP Balikpapan akan memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan produksi LPG dan menghasilkan produk petrokimia.

Salah satu fasilitas unggulan yang ada di kilang ini adalah Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex, yang dirancang untuk mengoptimalkan pengolahan residu minyak menjadi produk bahan bakar dan petrokimia bernilai tinggi. Fasilitas ini memungkinkan Kilang Balikpapan untuk memproduksi bahan bakar berkualitas tinggi yang lebih bersih dan ramah lingkungan, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Kehadiran kilang ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi sektor energi nasional, meningkatkan kemandirian energi, serta mendorong pertumbuhan industri petrokimia di Indonesia.