Pemprov DKI Dalami Temuan BRIN Soal Mikroplastik di Air Hujan Jakarta

Berita304 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta— Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi hasil penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menemukan adanya kandungan mikroplastik dalam air hujan di wilayah Ibu Kota. Ia menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menindaklanjuti temuan tersebut dan akan segera melakukan kajian lebih dalam bersama instansi terkait.

 

“Untuk hal yang berkaitan dengan hujan yang mengandung plastik yang ditemukan oleh BRIN, kami sudah melakukan pendalaman,” ujar Pramono di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (21/10/2025).

 

Pramono mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dan BRIN guna menelusuri lebih jauh dampak serta sumber pencemaran mikroplastik tersebut. Ia juga memastikan bahwa DLH akan menyampaikan hasil penelitiannya kepada publik dalam waktu dekat.

 

“Nanti secara khusus Kepala Dinas Lingkungan Hidup saya minta untuk menyampaikan ke publik, karena mereka juga melakukan penelitian. Dalam waktu dekat ini pasti akan saya minta untuk disampaikan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menilai temuan BRIN menjadi peringatan serius bahwa polusi plastik kini telah menjangkau atmosfer. Ia menyebut hal ini harus menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengendalikan pencemaran lingkungan.

 

“Kami memandang temuan BRIN ini sebagai alarm lingkungan yang perlu direspons cepat dan kolaboratif. Polusi plastik kini bukan hanya urusan laut atau sungai, tetapi sudah sampai di langit Jakarta,” kata Asep dalam keterangannya, Sabtu (18/10).

 

Menurut Asep, Pemprov DKI tengah memperkuat program pengendalian sampah plastik dari hulu hingga hilir, termasuk pemantauan kualitas udara dan air hujan secara terpadu. Sejumlah kebijakan juga telah dijalankan, antara lain melalui Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan, serta perluasan Jakstrada Persampahan yang menargetkan pengurangan 30 persen sampah dari sumbernya.

 

Selain itu, Pemprov DKI terus memperluas keberadaan bank sampah, TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta berbagai inisiatif daur ulang berbasis komunitas untuk mencegah limbah plastik berakhir di lingkungan terbuka.

 

“Upaya pengurangan plastik harus dilakukan dari sumbernya — mulai dari rumah tangga, industri, hingga sektor jasa. Setiap orang punya peran,” tegas Asep.

 

DLH DKI juga tengah berkoordinasi dengan BRIN untuk memperluas pemantauan mikroplastik dalam udara dan air hujan melalui sistem Jakarta Environmental Data Integration (JEDI), yakni platform pemantauan kualitas lingkungan berbasis data.

 

Hasil pengukuran tersebut diharapkan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih kuat dalam upaya pengendalian polusi plastik di udara Ibu Kota.