Pemerintah Perluas Jaringan 5G, Fokus Tingkatkan Kualitas dan Harga

Berita, Techno145 Views

Ingetindonesia.com,JAKARTA – Pemerintah terus memperluas jaringan 5G di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas layanan konektivitas digital. Setelah cakupan konektivitas nasional mencapai lebih dari 90 persen, pemerintah kini mengalihkan perhatiannya pada kualitas jaringan dan keterjangkauan layanan bagi masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo mengatakan, cakupan konektivitas yang telah mencapai lebih dari 90 persen belum membuat pembangunan jaringan digital selesai.

Menurut Angga memastikan Raka, tantangan berikutnya adalah masyarakat mendapatkan kualitas koneksi yang lebih baik.

“Ya, capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sendiri, itu sudah ter-cover, tapi kan tadi yang saya sampaikan kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik,” ujar Angga Raka dalam Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Halaman Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat.

Frekuensi 700 MHz untuk Perluas Jaringan

Pemerintah memanfaatkan frekuensi 700 MHz untuk memperluas layanan 4G sekaligus menutup wilayah yang masih mengalami blank spot.

Angga Raka menjelaskan, frekuensi 700 MHz memiliki peran penting dalam memperluas cakupan layanan operator seluler. Pemanfaatan spektrum tersebut diharapkan dapat membantu menghadirkan konektivitas di wilayah yang sebelumnya belum mendapatkan layanan secara optimal.

“Baru-baru ini kita baru merilis frekuensi 700 dan 2600. Apa gunanya 700 itu bagi teman-teman di operator seluler dan di lingkungan komunikasi sangat penting untuk coverage area, bagaimana 700 untuk teknologi 4G untuk menutup semua daerah-daerah blank spot kita,” ungkapnya.

Dengan diperluasnya jaringan 4G menggunakan frekuensi 700 MHz, pemerintah berupaya meningkatkan pemerataan akses konektivitas digital di berbagai wilayah Indonesia.

Frekuensi 2.600 MHz Dorong Kualitas 5G

Selain frekuensi 700 MHz, pemerintah juga menggelar spektrum 2.600 MHz untuk mendukung peningkatan kualitas jaringan 5G di Indonesia.

Angga Raka mengatakan seluruh operator seluler telah memiliki frekuensi 2.600 MHz. Spektrum tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong pengembangan jaringan 5G.

“2600 untuk apa? Untuk menghentikan kita untuk kualitas 5G. Seperti kita tahu, 5G kita mungkin sebelumnya sebarannya masih belum luas. Alhamdulillah dengan 2600 ini sudah kita gelar dan semua operator seluler sudah memilikinya,” kata Angga Raka.

Pemerintah juga menekankan pentingnya sinergi dengan industri telekomunikasi. Perkembangan teknologi yang semakin cepat membutuhkan kolaborasi agar konektivitas pembangunan tidak hanya terfokus pada cakupan luas, tetapi juga kualitas layanan.

Pemerintah menargetkan layanan 5G Indonesia semakin luas, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat dalam beberapa tahun ke depan. Dengan demikian, pengembangan infrastruktur digital diharapkan dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.