Palangka Raya Dikepung Kabut Asap Karhutla, AQI Tembus 487 Kategori Berbahaya

Berita, Daerah1718 Views

Ingetindoensia.com,PALANGKA RAYA – Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Bencana musiman ini menyebabkan kualitas udara di Palangka Raya memburuk drastis hingga masuk dalam kategori sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pemantauan satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua melalui situs resmi Palangkaraya.go.id, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Palangka Raya melonjak hingga menyentuh angka 487 pada Rabu (19/8/2026) dini hari. Angka ini menandakan kondisi udara berada pada level kritis yang wajib diwaspadai.

Selain memperburuk paparan polusi udara, tingginya konsentrasi asap membuat jarak pandang (visibilitas) di sejumlah titik kota merosot tajam hingga tersisa 1,4 kilometer.

Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Kalteng

Memburuknya kualitas udara ini dipicu oleh maraknya lonjakan titik panas (hotspot) karhutla di wilayah Kalimantan Tengah. Tercatat ada sebanyak 1.795 titik panas tersebar di Kalteng, di mana 281 titik panas berada di area Kota Palangka Raya.

Sebaran titik panas di Palangka Raya terdeteksi mengurung beberapa kawasan wilayah kecamatan, di antaranya:

  • Kecamatan Jekan Raya

  • Kecamatan Sabangau

  • Kecamatan Bukit Batu

  • Kecamatan Rakumpit

Himbauan BPBD: Gunakan Masker dan Batasi Aktivitas

Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengimbau warga untuk tidak menganggap remeh ancaman paparan kabut asap ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, menegaskan agar masyarakat segera mengambil langkah perlindungan diri mandiri.

“Dengan AQI mencapai 487 yang berarti kategori berbahaya, serta 281 titik panas di dalam kota, kami meminta seluruh masyarakat untuk segera meningkatkan perlindungan diri. Hindari aktivitas di luar ruangan sebisa mungkin, dan wajib gunakan masker saat harus keluar rumah,” ujar Heri Fauzi.

Warga juga diimbau untuk menjaga imunitas tubuh, mengonsumsi air putih yang cukup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gangguan pernapasan atau ISPA.