Ingetindonesia.com – Indonesia terus menunjukkan dominasinya dalam industri modest fashion global.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024–2025, Indonesia menempati posisi terdepan di sektor modest fashion dunia, didukung oleh besarnya pasar domestik, kekuatan industri tekstil dan garmen, serta kekayaan Wastra Nusantara yang menjadi identitas khas di pasar internasional.
Peneliti Center for Sharia Economic Development (CSED) INDEF, Nurhastuty K. Wardhani, mengatakan modest fashion kini telah berkembang jauh melampaui fungsi awalnya sebagai simbol kepatuhan religius.
Saat ini, modest fashion telah menjadi bagian dari tren gaya hidup global yang diminati tidak hanya oleh konsumen Muslim, tetapi juga non-Muslim di berbagai negara.
Berdasarkan SGIE 2024–2025, nilai pasar modest fashion mencapai USD 327 miliar dan diproyeksikan meningkat hingga USD 450 miliar pada beberapa tahun mendatang.
“Indonesia saat ini menempati posisi terdepan dalam sektor modest fashion global, didukung oleh besarnya pasar domestik, kekuatan industri tekstil dan garmen, serta kekayaan Wastra Nusantara yang menjadi identitas tersendiri di pasar internasional,” tuturnya.
Meski demikian, menurutnya, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan untuk memperkuat daya saing global sektor ini.
“Branding internasional produk fesyen nasional masih relatif lemah, ekspor masih didominasi UMKM dengan skala produksi terbatas, serta pemanfaatan riset, inovasi, dan analisis data pasar belum optimal,” katanya.
Karena itu, diperlukan penguatan program akselerasi ekspor, pembentukan pusat inovasi modest fashion, serta integrasi antara industri fesyen dan pariwisata halal agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar terbesar, tetapi juga menjadi pusat pengembangan modest fashion dunia.















