Menkomdigi Tekankan Peran Media Digital Kawal Program Sekolah Rakyat di Era Disinformasi

Berita, Techno368 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pentingnya peran media, khususnya media digital, dalam menyampaikan informasi yang akurat terkait program prioritas pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat, di tengah maraknya disinformasi dan hoaks di ruang digital.

Hal tersebut disampaikan Meutya dalam acara taklimat media bertajuk “Menembus Batas Lewat Sekolah Rakyat” yang berlangsung di Monumen Pers Nasional, Surakarta, Minggu (20/7).

“Di tengah maraknya disinformasi dan hoaks, masyarakat harus mendapat informasi yang betul. Kami titip pesan kepada teman-teman media massa, khususnya di Solo dan Jawa Tengah, agar terus memberitakan hal-hal yang benar kepada masyarakat,” ujar Meutya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/7).

Komunikasi Digital sebagai Jembatan Pemerintah dan Publik

Menkomdigi menyebutkan bahwa Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan media, serta sebagai penyedia platform komunikasi dua arah dalam penyampaian program strategis nasional.

“Kemkomdigi menyediakan forum agar rekan-rekan media, khususnya di Jawa Tengah, bisa mendengar langsung dari pejabat pemerintah seperti Sekjen Kemensos tentang program Sekolah Rakyat sebagai program prioritas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ucap Meutya.

Menurutnya, peran teknologi komunikasi dan media digital saat ini tidak sekadar menyebarkan informasi, namun juga menjadi ruang diskusi publik yang terbuka dan konstruktif, tempat masyarakat dapat menyampaikan umpan balik dan evaluasi terhadap implementasi kebijakan pemerintah.

Kolaborasi Media dan Pemerintah dalam Ekosistem Digital

Meutya juga mendorong jurnalis dan pelaku media untuk memahami substansi program-program prioritas, termasuk Sekolah Rakyat, guna menghindari penyebaran informasi yang keliru. Ia menyebut bahwa media memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk ekosistem digital yang sehat dan informatif.

“Setiap program tidak hadir dan langsung sempurna. Masukan dari masyarakat, melalui media, sangat diperlukan untuk penyempurnaan,” jelas Meutya.

Acara tersebut turut dihadiri Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya, Dirjen Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto, serta Sekjen Kementerian Sosial Robben Rico, bersama para jurnalis dari berbagai media di Jawa Tengah.

Dengan semangat transparansi dan kolaborasi, Kemkomdigi berharap media dapat terus menjadi garda depan literasi digital dan penguat kepercayaan publik terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah di era digital yang semakin kompleks.