Menko PMK Pratikno Gaungkan “Asta Kolaborasi” untuk Perkuat Ketangguhan Bangsa Hadapi Bencana

Berita339 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas iman dalam memperkuat ketangguhan bangsa menghadapi bencana dan krisis kemanusiaan.

 

Hal itu disampaikan Pratikno saat menjadi pembicara pada Indonesian Humanitarian Dialogue 2025 yang digelar Humanitarian Forum Indonesia (HFI) di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (24/9/2025).

 

Pratikno mengingatkan bahwa bencana alam kini semakin tidak menentu, ditambah ancaman krisis iklim dan degradasi lingkungan. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian tanpa dukungan kekuatan kolaborasi.

 

> “Kita harus meningkatkan ketangguhan bersama, karena dampak kehilangan akibat bencana selalu sangat berat bagi masyarakat,” ujarnya.

 

 

 

Selain isu lingkungan, ia juga menyoroti tantangan baru dari disrupsi teknologi. Menko PMK menekankan perlunya pengelolaan teknologi secara bijak agar menjadi social good yang mendukung penanganan bencana. Ia juga mengingatkan bahaya fenomena mindless scrolling di media sosial yang dapat memicu kepanikan dan mengganggu kesehatan digital masyarakat.

 

Perkenalkan “Asta Kolaborasi”

 

Dalam forum tersebut, Pratikno memperkenalkan inisiatif “Asta Kolaborasi”, sebuah konsep kolaborasi tangguh kemanusiaan yang memuat delapan agenda utama, yaitu:

 

1. Rumah Ibadah Tangguh Bencana – menjadikan rumah ibadah sebagai pusat evakuasi, edukasi, dan penguatan spiritual masyarakat.

 

 

2. Sistem Peringatan Dini Berbasis Komunitas Agama – memperluas jaringan peringatan dini melalui tokoh dan jaringan keagamaan.

 

 

3. Pusat Pelatihan Kemanusiaan Lintas Iman – meningkatkan kapasitas relawan lintas agama.

 

 

4. Dashboard Kemanusiaan Terintegrasi – membangun sistem data terpadu untuk intervensi yang presisi dan efektif.

 

 

5. Diplomasi Kemanusiaan Regional – memperkuat peran Indonesia dalam solidaritas ASEAN dan dunia.

 

 

6. Pusat Riset dan Inovasi Kemanusiaan – mendorong riset multidisiplin menghadapi krisis iklim, pandemi, dan bencana baru.

 

 

7. Program Pendidikan Kemanusiaan Lintas Generasi – menanamkan nilai kesiapsiagaan sejak usia dini.

 

 

8. Ekonomi Sosial Kemanusiaan – mengembangkan usaha sosial dan jejaring ekonomi kerakyatan.

 

 

 

> “Dengan Asta Kolaborasi ini, kita bisa lebih presisi menghadapi kelangkaan sumber daya, memperkuat intervensi tepat sasaran, dan meningkatkan ketangguhan bangsa. Mari kita bunyikan simfoni kemanusiaan lebih sinergis dan harmonis bagi keadilan Indonesia,” tegasnya.

 

 

 

Apresiasi untuk Humanitarian Forum Indonesia

 

Menko PMK juga menyampaikan apresiasi kepada HFI sebagai wadah kolaborasi lintas iman yang telah menjadi jembatan persaudaraan dalam kerja-kerja kemanusiaan. Ia menilai kehadiran HFI menunjukkan bahwa kerja kemanusiaan akan lebih kokoh jika dilandasi semangat gotong royong lintas agama.

 

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Kepala Perwakilan Kedutaan Besar UEA untuk Indonesia Shaima Salem Alhebsi, Atase Keagamaan Kedutaan Besar Turkiye Abdel Hamid, serta jajaran pimpinan HFI. Hadir pula pimpinan 20 lembaga kemanusiaan anggota HFI, narasumber, dan peserta dialog.

 

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku policy brief “Rumah Ibadah Tangguh Bencana” yang disusun HFI, serta pameran penanggulangan bencana dari berbagai lembaga filantropi.