Mendikdasmen Himbau Siswa Bersepeda Ke Sekolah, Bangun Budaya Hidup Sehat dan Hemat

Edukasi97 Views

Ingetindonesia.com,Salatiga — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong siswa untuk bersepeda saat berangkat ke sekolah sebagai bagian dari upaya membangun gaya hidup sehat dan ramah lingkun

Ajakan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat berkunjung di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin (13/4/2026), sejalan dengan Arah Presiden terkait pengembangan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

“Kami sedang berdiskusi dengan Arahan Bapak Presiden tentang sekolah-sekolah yang ASRI. Ini perlu dimulai dari kesadaran kecil, seperti mencintai lingkungan, hemat energi, dan h

Sebagai langkah konkret, Kementerian mencanangkan gerakan bersepeda ke sekolah yang dimulai di Salatiga. Selain itu, pemerintah juga membaginya

Menurut Abdul Mu’ti, kebiasaan bersepeda tidak hanya berdampak pada kesehatan siswa, tetapi juga dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara, terutama jika dibandingkan dengan penggunaan kendaraan bermotor oleh orang tua saat mengantar anak.

“Kalau anak-anak bisa berangkat ke sekolah bersepeda, dan didukung sarana prasarana yang aman, ini bisa menjadi gerakan sekaligus budaya baru,” katanya.

Ia juga mengimbau orang tua untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak yang sudah cukup usia agar lebih mandiri dengan berangkat ke sekolah sendiri.

Selain mendorong penggunaan sepeda, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya efisiensi energi di lingkungan sekolah. Ia bahkan berharap sekolah baru seperti SMA Saintek Ahmad Dahlan Salatiga dapat meminimalkan penggunaan pendingin udara (AC) guna mendukung konsep ramah lingkungan.

Menyanggapi hal tersebut, Kepala SMA Saintek Ahmad Dahlan Salatiga, Sutomo, menyatakan kesiapan pihak sekolah untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut, termasuk membiasakan siswa bersepeda ke sekolah.

“Kami siap mengikuti program pemerintah untuk membiasakan hidup sehat. Bersepeda akan mulai kami dorong di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Terkait penggunaan AC, Sutomo menjelaskan bahwa fasilitas tersebut akan digunakan secara terbatas dan disesuaikan dengan kebutuhan.

“Penggunaan AC akan diatur.Pagi hingga sekitar pukul 10.00–11.00 tidak perlu menggunakan AC,” jelasnya.

Melalui langkah ini, pemerintah berharap terciptanya lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung proses belajar, tetapi juga membentuk karakter siswa yang peduli kesehatan dan lingkungan.