Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Buddha Perkuat Toleransi dan Welas Asih pada Waisak 2026

Berita, Nasional1066 Views

Ingetindonesia.com,JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha terus memperkuat semangat toleransi, persaudaraan, welas asih, serta kontribusi nyata dalam kehidupan berbangsa dan pembangunan nasional.

Menurut Nasaruddin, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan penting dalam menjaga persatuan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Hari Raya Waisak mengajak kita untuk kembali menumbuhkan kebijaksanaan, welas asih, dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai tersebut tidak hanya penting bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya masyarakat yang harmonis, toleran, dan saling menghormati,” kata Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).

Ia menegaskan, Waisak bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan universal yang relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam pesannya, Nasaruddin mengajak umat Buddha memaknai Trisuci Waisak , yang memperingati tiga peristiwa utama dalam kehidupan Sang Buddha: kelahiran Pangeran Siddharta Gautama, pencapaian Pencerahan Sempurna, dan Parinibbana.

Menurut dia, peristiwa ketiga tersebut mengandung pesan universal mengenai harapan, kebijaksanaan, serta pengabdian untuk mengurangi penderitaan manusia.

“Dari kelahiran, kita belajar tentang harapan dan potensi kebaikan dalam diri manusia. Dari Pencerahan, kita belajar tentang pentingnya kebijaksanaan dalam menghadapi kehidupan. Dari Parinibbana, kita belajar tentang nilai-nilai Dharma yang terus memberi inspirasi bagi umat manusia lintas generasi,” ujarnya.

Nasaruddin menilai ajaran Buddha tentang welas asih, kemudahan, dan jalan tengah memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab berbagai persoalan dunia saat ini, mulai dari konflik sosial, krisis lingkungan, ketimpangan kemanusiaan, hingga meningkatnya tekanan terhadap kesehatan mental masyarakat.

Ia mengatakan nilai-nilai tersebut dapat menjadi inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang lebih damai dan berkelanjutan.

Menag juga mengutip ajaran Dhammapada Ayat 183 yang menekankan pentingnya menjauhi perbuatan buruk, mengembangkan, serta menjaga kejernihan pikiran.

“Pesan-pesan universal seperti cinta kasih, penghormatan terhadap sesama, dan pengendalian diri merupakan modal sosial yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang rukun dan berkeadaban,” katanya.

Di sisi lain, Nasaruddin mengapresiasi berbagai elemen masyarakat yang terus menjaga keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia. Menurutnya, kerukunan menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pembangunan nasional.

“Kita patut bersyukur karena semangat hidup rukun dan saling menghormati terus tumbuh di tengah masyarakat. Kerukunan yang terjaga merupakan hasil kerja bersama seluruh komponen bangsa, termasuk tokoh agama dan umat beragama yang terus merawat dialog, toleransi, dan persaudaraan,” ujar Nasaruddin.

Ia berharap momentum Waisak 2026 dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.

“Semoga perayaan Waisak ini membawa berkah bagi seluruh umat Buddha dan bangsa Indonesia. Mari kita terus memperkuat semangat welas asih, persaudaraan, dan gotong royong demi mewujudkan kehidupan yang damai, harmonis, dan sejahtera bagi semua,” tutupnya.