LKPPQ Ar-Rahmah Gelar Sarasehan, Dorong Pengelolaan Pendidikan Al-Qur’an yang Berkualitas dan Kompetitif

Berita474 Views

Ingetindonesia.com,Bogor — Upaya meningkatkan mutu pendidikan Al-Qur’an terus dilakukan berbagai lembaga di Indonesia. Salah satunya ditunjukkan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an (LKPPQ) Ar-Rahmah yang menggelar Sarasehan Pendidikan Al-Qur’an bertema “Membangun Sistem Pengelolaan Pendidikan Al-Qur’an yang Berkualitas dan Kompetitif: Gagasan dan Implementasinya”, pada Ahad, 20 Juli 2025, di Gedung Pendidikan Ar-Rahmah, Bogor.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai lembaga pendidikan Al-Qur’an di wilayah Jabodetabek. Acara tersebut menjadi ruang diskusi dan kolaborasi dalam menyusun langkah strategis pengelolaan pendidikan Al-Qur’an yang lebih sistematis dan profesional.

Ketua Yayasan Ar-Rahmah, Fathuri Mumtaza, menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru sebagai ujung tombak pendidikan. Ia menyatakan bahwa Yayasan Ar-Rahmah berkomitmen penuh mendukung program peningkatan mutu guru yang digagas LKPPQ.

> “Kalau perlu, kegiatan seperti ini bisa kita adakan minimal dua kali dalam setahun,” ujarnya.

 

Dukungan juga datang dari Ace Surahman, Pembina IGTKA Kabupaten Bogor, yang mendorong sinergi antara LKPPQ dengan organisasi pembina LPQ lainnya untuk memperkuat kompetensi pendidik Al-Qur’an.

Sementara itu, Aziz Syaifuddin, Kasubdit Pendidikan Al-Qur’an dan Madrasah Diniyah Kementerian Agama RI, dalam sesi pemaparan kebijakan, mengapresiasi inisiatif LKPPQ. Ia menilai kegiatan ini menjawab langsung kebutuhan riil guru Al-Qur’an di lapangan.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi langsung menjawab kebutuhan nyata para guru Al-Qur’an di lapangan,” katanya.

 

Dalam sesi lainnya, Roihan Afandi, Ketua Balitbang LPTQ Nasional YTT AMM Yogyakarta, memaparkan inovasi pembelajaran Al-Qur’an dan memperkenalkan program syahadah atau sertifikasi guru Al-Qur’an sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme tenaga pengajar. Ia juga menyatakan kesiapan YTT AMM untuk bersinergi dengan LKPPQ.

Menutup rangkaian sesi, Iwan Rustiawan, instruktur nasional LPTQN YTT AMM dan praktisi pendidikan, menekankan pentingnya tata kelola pendidikan Al-Qur’an yang terarah dan sistematis, tidak hanya berorientasi pada kegiatan mengaji semata.

> “Mengelola pendidikan Al-Qur’an tidak bisa hanya berpegang pada prinsip ‘yang penting ngaji’. Harus ada manajemen yang terarah dan strategi pembelajaran yang terukur,” jelasnya.

 

Direktur LKPPQ Ar-Rahmah, Ahmad Jaeni, menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi lebih luas dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang berkelanjutan.

> “LKPPQ membuka diri untuk bersinergi dengan semua pihak demi kemajuan pendidikan Al-Qur’an di Indonesia,” ujarnya.