Listyo Sigit Dilantik Jadi Kepala KSP, Gantikan Dudung Abdurrahman

Berita165 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta – Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelantikan Listyo Sigit sebagai Kepala KSP berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Listyo Sigit menggantikan Jenderal (Purn) Dudung Abdurrahman yang sebelumnya menjabat Kepala KSP sejak 27 April 2026. Dudung kemudian mendapat penugasan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam).

Pengangkatan Listyo Sigit sebagai Kepala KSP berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 105P/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) serta Pengangkatan Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Dalam pelantikan tersebut, Listyo mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo.

“Saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Listyo mengikuti lafal sumpah jabatan yang dibacakan Presiden Prabowo.

Listyo Sigit Gantikan Dudung sebagai Kepala KSP

Pergantian Kepala KSP tersebut menjadi bagian dari rangkaian perubahan sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pada hari yang sama, Komjen Pol Suyudi Ario Seto juga ditetapkan sebagai Kapolri baru untuk menggantikan Listyo Sigit.

Dengan demikian, Listyo Sigit meninggalkan jabatan Kapolri dan menjalankan tugas baru sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan.

Perjalanan Karier Listyo Sigit di Polri

Sebelum menjadi Kepala KSP, Listyo Sigit dikenal sebagai salah satu perwira tinggi Polri dengan pengalaman panjang di berbagai posisi strategis.

Listyo Sigit memulai karier kepolisian setelah lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI), yang kemudian berubah menjadi Akademi Kepolisian (Akpol), pada 1991.

Pada awal kariernya, Listyo banyak bertugas di bidang reserse. Ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi kepolisian di Jawa Tengah, antara lain Kapolres Pati, Wakapolrestabes Semarang, dan Kapolresta Solo.

Pada 2012, Listyo ditarik ke Jakarta dan bertugas di Bareskrim Polri sebagai Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Ia kemudian mendapat penugasan di sejumlah wilayah kepolisian, termasuk sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara.

Pernah Menjadi Ajudan Presiden Jokowi

Karier Listyo Sigit semakin berkembang ketika ia ditunjuk sebagai ajudan Presiden Joko Widodo pada 2014.

Listyo menjalankan tugas sebagai ajudan presiden dari unsur kepolisian hingga 2016. Setelah itu, ia dipercaya menjadi Kapolda Banten dan kemudian menjabat Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.

Pada 2019, Listyo Sigit diangkat menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Dalam posisi tersebut, Listyo terlibat dalam penanganan sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik, termasuk kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan dan perkara Djoko Tjandra.

Listyo Sigit Menjadi Kapolri pada 2021

Pada 21 Januari 2021, Listyo Sigit dilantik sebagai Kapolri. Ia menjadi orang nomor satu di institusi Polri dan menjalankan jabatan tersebut selama lebih dari lima tahun.

Pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Listyo Sigit dari jabatan Kapolri. Posisi tersebut kemudian diberikan kepada Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

Pada hari yang sama, Listyo Sigit dilantik menjadi Kepala KSP untuk menjalankan tugas baru di lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Harta Kekayaan Listyo Sigit

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disebut dalam bahan tersebut, Listyo Sigit melaporkan harta kekayaan senilai sekitar Rp15,3 miliar untuk periode 2025.

Harta tersebut terdiri dari sejumlah aset, termasuk tanah dan bangunan. Listyo melaporkan tiga aset tanah dan bangunan yang berada di Semarang, Tangerang, dan Jakarta Timur dengan total nilai sekitar Rp6,1 miliar.