Ingetindonesia.com,Jakarta- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melantik 524 pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian PU sebagai bagian dari upaya penataan kelembagaan dan langkah bersih-bersih pasca sejumlah kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan pejabat kementeriannya.
Pelantikan yang berlangsung di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat malam, disebut selaras dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PermenPU) Nomor 1 Tahun 2024 mengenai Organisasi dan Tata Kerja Kementerian PU, sekaligus merespons perubahan arah kebijakan pasca disahkannya Undang-Undang APBN 2025.
“Malam ini kita baru melantik sekitar 524 pejabat struktural di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum yang terdiri dari eselon II dan III, tersebar di seluruh unit organisasi dan balai di Indonesia,” ujar Dody dalam konferensi pers.
Dody mengakui sebagian dari rotasi tersebut berkaitan langsung dengan kasus korupsi yang mencuat baru-baru ini. “Sebagian memang terkait yang kemarin-kemarin ada OTT di sana-sini, ada masalah di sana-sini. Tapi juga memang saya wajib me-refresh karena nomenklaturnya baru semua,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa langkah ini bertujuan mendorong organisasi menjadi lebih dinamis dan memperkuat integritas birokrasi dalam rangka mencapai target-target pembangunan strategis. Salah satunya adalah visi besar kementerian yang disebut PU608, yakni menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) di bawah 6, mendorong pertumbuhan ekonomi 8%, dan menghapus kemiskinan hingga 0%.
Meski begitu, Dody menegaskan bahwa rotasi saja tidak cukup untuk memberantas praktik korupsi. Oleh karena itu, Kementerian PU terus memperkuat sistem pengawasan internal melalui Inspektorat Jenderal serta menjalin koordinasi aktif dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengawasan proyek di lapangan.
“Kalau ada yang tidak sesuai prosedur, maka akan langsung ditindaklanjuti oleh KPK,” tegasnya.
Langkah ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan integritas dalam pembangunan infrastruktur nasional yang menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi.
