KDM Beri Santunan Keluarga Korban Ledakan di Garut

Berita1111 Views

Ingetindonesia.com,Garut-Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, mendatangi keluarga korban ledakan di Garut. Ia menyampaikan bela sungkawa dan santunan dari Pemprov Jawa Barat.

“Kita sudah sampai di Garut untuk menengok keluarga korban, sekaligus kita juga ada rasa simpati yang diberikan oleh pemerintah provinsi,” katanya lewat akun Instagram @dedimulyadi71, Selasa, 13 Mei 2025.

Selain mendatangi keluarga, Dedi Mulyadi juga mengaku akan datang ke kamar mayat di RSUD Pameungpeuk.

 

“Kita di rumah sakit Pamengpeuk untuk menuju kamar mayat, menengok para korban ledakan,” sambung dia.

Dedi Mulyadi berharap kejadian tersebut tidak pernah terulang di kemudian hari. Menurutnya, setiap orang harus selalu waspada atas kejadian yang di luar prediksi.

“Semoga peristiwa ini menjadi peristiwa terakhir, tidak mesti lagi terjadi dan semua orang harus senantiasa waspada terhadap segala hal dan berbabagi kemungkinan yang akan terjadi, yang kadang-kadang di luar prediksi kita,” katanya.

“Sekali lagi saya sampaikan ucapakan bela sungkawa untuk keluarga korban semoga diberikan ketabahan dan semoga yang meninggalkan kita semua mendapat tempat yang layak di sisi Allah,” sambungnya.

Ledakan di Garut

Ledakan terjadi saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa milik TNI Angkatan Darat (AD) di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, hari ini Senin (12/5/2025). Peristiwa itu menyebabkan 13 korban tewas.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menyampaikan, sebelumnya petugas melakukan pengecekan terhadap personel maupun lokasi peledakan. Seluruhnya pun telah dinyatakan dalam keadaan aman.

“Selanjutnya, tim penyusun amunisi melakukan persiapan pemusnahan di dalam dua lubang sumur yang disiapkan. Setelah seluruh tim pengamanan masuk ke pos masing-masing untuk melaksanakan pengamanan dan setelah dinyatakan aman, kemudian dilakukan peledakan di dua sumur yang ditempati oleh amunisi afkir tersebut untuk dihancurkan,” tutur Wahyu kepada wartawan.

Menurut Wahyu, awalnya peledakan di dua sumur tersebut berjalan dengan sempurna dan dalam kondisi aman. Sementara, petugas memang menyiapkan satu lubang lainnya untuk menghancurkan detonator yang digunakan untuk pengendali peledak amunisi kedaluwarsa.