Karhutla di TN Way Kambas Capai 802,4 Hektare, Water Bombing Disiapkan

Berita659 Views

Ingetindonesia.com,LAMPUNG TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur , hingga Selasa (25/8/2026) telah berdampak pada sekitar 802,4 hektar lahan .

Tim gabungan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pengelola TNWK masih melakukan pemadaman serta pemadaman di sejumlah lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan mencegah munculnya titik panas baru.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan luasan tersebut merupakan akumulasi dari beberapa kejadian kebakaran yang berlangsung sejak 21 Agustus 2026.

“Di kejadian pertama tanggal 21 sampai 22 Agustus kemarin, itu 673 hektare yang terdampak di Desa Braja Harjosari,” kata Kristomei, Selasa (25/8/2026).

Kebakaran pertama terjadi pada 21-22 Agustus 2026 di wilayah Desa Braja Harjosari . Peristiwa tersebut berdampak pada sekitar 673 hektar lahan.

Kebakaran kemudian kembali terjadi pada 23-24 Agustus di wilayah Braja Kencana dan Braja Luhur , dengan luas lahan terdampak sekitar 123 hektare .

Sementara itu, pada tanggal 24 Agustus, titik kebakaran terjadi di wilayah Rantau Jaya . Luas yang terdampak diperkirakan mencapai 6,4 hektar .

Jika ditotal, luas lahan yang terdampak dari sejumlah kejadian tersebut mencapai sekitar 802,4 hektare .

Kristomei berharap tidak ada lagi penambahan luasan lahan terdampak serta munculnya titik api baru di kawasan konservasi TN Way Kambas.

“Sehingga harapannya jangan ada lagi tambahan-tambahan atau timbul lagi hotspot atau titik-titik api baru,” ujarnya.

Selain pemadaman melalui jalur darat, tim gabungan juga menyiapkan operasi water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

Pemerintah juga merencanakan penggunaan drone spray untuk membantu proses pendinginan di kawasan yang terbakar.

Kristomei menjelaskan pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Upaya tersebut bertujuan menurunkan suhu tanah dan mencegah bara yang masih tersisa kembali menjadi api.

“Dengan adanya water bombing, dengan adanya pelibatan drone semprot nanti, diharapkan bisa mengademkan suhu tanah, juga bisa mencegah hotspot tadi menjadi bara api lagi,” jelasnya.

Libatkan Masyarakat Cegah Karhutla

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung bersama TNI, Polri, dan jajaran TNWK telah membentuk tim gabungan sejak kebakaran pertama terjadi.

Tim tersebut tidak hanya melakukan pemadaman kebakaran, tetapi juga melakukan langkah mitigasi untuk mencegah munculnya titik api baru.

Mulai dari TNI, Polri, dan juga seluruh tim TNWK, Balai, membentuk suatu tim gabungan untuk bisa memitigasi hal-hal yang berpotensi menjadikan titik api, hotspot baru,” kata Jihan.

Menurut Jihan, pencegahan karhutla di kawasan TN Way Kambas membutuhkan masyarakat peran yang tinggal di sekitar kawasan konservasi.

Pemprov Lampung akan menggandeng berbagai komunitas, termasuk Pramuka dan aktivis lingkungan , untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Sosialisasi mengenai bahaya karhutla dan cara pencegahannya juga akan kembali digencarkan.

“Utamanya kami juga mengajak seluruh komunitas, seperti dari Pramuka atau dari aktivis-aktivis lingkungan lainnya untuk bisa sama-sama menjaga. Atau sadar, lebih sadar bagaimana potensi terjadinya api dan sebagainya,” ujar Jihan.

Penanganan karhutla di TN Way Kambas kini terus dilakukan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas. Tim gabungan juga melakukan pemantauan dan pendinginan agar kawasan konservasi tersebut terbebas dari ancaman kebakaran lanjutan.