Kapolda Metro Jaya Ajak Ojol Jadi “Mata dan Telinga” Polisi, Sediakan Bonus Rp500 Ribu per Laporan

Berita340 Views

Ingetindonesia.com,JAKARTA – Pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta kini memiliki peran lebih dari sekadar mengantar penumpang. Mereka diajak turut serta menjaga keamanan dengan menjadi “mata dan telinga” polisi di jalanan ibu kota.

 

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyiapkan insentif khusus bagi para driver ojol yang melaporkan tindak kejahatan melalui rekaman video. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono menjelaskan, insentif berupa bonus Rp500 ribu akan diberikan bagi driver ojol yang berhasil menjadi informan atau “cepu” polisi.

 

> “Bapak Kapolda menyampaikan kalau ada teman-teman ojol di jalan merekam pelaku kejahatan, lalu melaporkan ke pembina ojol di polsek atau polres, maka akan diberikan bonus Rp500 ribu,” kata Dekananto saat acara di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

 

 

 

Meski demikian, Dekananto menegaskan agar insentif ini tidak disalahgunakan. Ia mencontohkan, tidak boleh ada yang berpura-pura membuat skenario kejahatan hanya untuk mendapatkan bonus.

 

> “Jangan sampai ada yang pura-pura menyuruh temannya melakukan kejahatan hanya untuk direkam, lalu dilaporkan supaya dapat Rp500 ribu. Itu tidak boleh,” tegasnya.

 

 

 

Menurutnya, pemberian bonus hanyalah bentuk motivasi tambahan. Ia meyakini pengemudi ojol tetap akan memberikan informasi demi keamanan bersama, meski tanpa adanya insentif.

 

Luncurkan Komunitas Ojol Kamtibmas

 

Dalam kesempatan yang sama, Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Pusat dan Polsek Gambir meluncurkan komunitas Ojol Kamtibmas, wadah kemitraan antara polisi dan pengemudi ojol untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

Selain itu, acara juga diwarnai dengan peresmian Gerai Rakyat Mart di Stasiun Juanda. Fasilitas ini berfungsi sebagai posko sekaligus pusat aktivitas driver ojol. Gerai tersebut menyediakan sembako murah dan menjadi ruang koordinasi komunitas ojol dengan kepolisian.

 

Harapan Polisi

 

Melalui inisiatif ini, kepolisian berharap para pengemudi ojol bisa berperan aktif dalam menjaga keamanan Jakarta. Kehadiran ojol yang hampir 24 jam berada di jalanan dinilai strategis untuk membantu polisi dalam deteksi dini kejahatan.

 

> “Ini hanya penyemangat dari Bapak Kapolda. Saya yakin, ke depan, tanpa ada bonus pun teman-teman ojol tetap akan memberikan informasi karena ini bagian dari tanggung jawab bersama,” ujar Dekananto.

 

Dengan program ini, polisi menegaskan kolaborasi dengan masyarakat—terutama komunitas ojol—menjadi kunci dalam menjaga stabilitas kamtibmas di ibu kota.