Ingetindonesia.com,Jakarta – Pergerakan jemaah haji gelombang pertama dari Madinah menuju Makkah dimulai. Menghadapi fase krusial dalam rangkaian ibadah haji ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) telah menyiapkan langkah strategis guna mengawal kesehatan dan keselamatan jemaah.
“Kami telah menyiapkan dan melakukan berbagai hal strategis untuk mendukung pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah ini,” ujar dr. Mohammad Imran, Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Minggu (12/5).
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memperkuat layanan kesehatan proaktif di sektor pemondokan. Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) dikonsolidasikan bersama tim visitasi KKHI yang kini aktif mengunjungi langsung para jemaah. Tim ini diperkuat oleh dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan paru-paru untuk memberikan penanganan dini terhadap jemaah berisiko tinggi.
Selain itu, Kemenkes memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di KKHI Makkah dan Madinah. Fasilitas ini dilengkapi dengan Unit Gawat Darurat (UGD), ruang observasi, ambulans, serta ruang rawat inap umum dan khusus, termasuk untuk pasien dengan gangguan kejiwaan.
“Optimalisasi sistem rujukan juga jadi perhatian. KKHI telah bekerja sama dengan sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi agar rujukan kegawatdaruratan berjalan lancar,” tambah dr. Imran.
Tak hanya di level fasilitas dan tenaga medis, KKHI juga menggencarkan peran aktif petugas kloter dan ketua regu jemaah untuk terus memantau kondisi kesehatan kelompoknya. Pendampingan intensif diberikan khususnya kepada jemaah lansia dan berisiko tinggi.
Edukasi kesehatan juga menjadi bagian penting dari strategi KKHI, di antaranya:
-
Mengimbau jemaah rutin minum oralit dan minimal dua liter air setiap hari,
-
Menggunakan APD seperti sandal, payung, kacamata hitam, masker, dan krim tabir surya,
-
Menjaga istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi.
“Dengan sinergi semua pihak, kami harapkan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat walafiat,” tutup dr. Imran.
