Islah Tercapai di Lirboyo, Gus Yahya dan Rais Aam Sepakat Gelar Muktamar NU Bersama

Berita, Nasional504 Views

Ingetindonesia.com,Kediri — Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak baru. Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) resmi mencapai islah dalam pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).

Islah tersebut diprakarsai para masyayikh dan mustasyar NU sebagai upaya mengakhiri konflik internal PBNU yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir. Dalam siaran pers yang diterima, pertemuan di Lirboyo mempertemukan kedua pucuk pimpinan PBNU dalam satu meja dan menghasilkan kesepakatan strategis: penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara bersama-sama.

“Alhamdulillah, hari ini kita semua menjadi saksi sebuah peristiwa yang menyejukkan. Islah telah tercapai, dan kami bersama Rais Aam telah menyepakati bahwa solusi terbaik untuk jam’iyah adalah melalui Muktamar bersama,” ujar Gus Yahya usai pertemuan, Kamis (25/12).

Musyawarah ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Kubro yang sebelumnya juga digelar di Lirboyo. Para masyayikh menilai sengketa internal PBNU—yang dipicu keputusan pemberhentian Ketua Umum oleh Rais Aam dan dinilai tidak sah serta tidak sesuai dengan AD/ART NU—perlu diselesaikan melalui jalan islah dan Muktamar yang legitimate dengan melibatkan seluruh pihak.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah melalui proses negosiasi dan perdebatan yang cukup alot, namun tetap berlangsung dalam semangat persaudaraan atau ukhuwah nahdliyah. Sejumlah tokoh sentral NU turut hadir dan mempertegas pentingnya pertemuan ini, di antaranya Wakil Presiden RI periode 2019–2024 sekaligus Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, yang pada pertemuan sebelumnya hanya mengikuti secara daring.

Selain KH Ma’ruf Amin, tampak hadir pula sejumlah kiai sepuh dan masyayikh NU, antara lain KH Anwar Manshur, KH Abdullah Kafabihi, KH Cholil Nafis, serta tokoh-tokoh lain yang berperan sebagai penengah dialog.

Dengan tercapainya islah ini, silaturahim di Lirboyo secara resmi mengakhiri konflik internal PBNU. Kepemimpinan PBNU hingga pelaksanaan Muktamar mendatang tetap berjalan di bawah Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf.

Sebagai tindak lanjut, PBNU akan segera membentuk Panitia Bersama untuk mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. “Kesepakatan ini akan segera kami tindak lanjuti dengan pembentukan panitia Muktamar. Kita akan bersama-sama menyukseskan forum tertinggi jam’iyah ini dengan damai dan bermartabat,” kata Gus Yahya.

Sementara itu, Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menjelaskan bahwa islah tersebut lahir dari rapat konsultasi yang diinisiasi oleh Syuriyah PBNU.

Rapat ini dihadiri langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar beserta jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, di antaranya KH Abdullah Kafabihi, KH Mu’adz Thohir, KH Imam Buchori, KH Idris Hamid, Muhammad Nuh, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.
Islah di Lirboyo ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan penguatan kembali jam’iyah Nahdlatul Ulama menjelang Muktamar ke-35 yang akan datang.