Investor Brasil Tertarik Kembangkan Peternakan Sapi di Kawasan Transmigrasi Sumba Timur

Berita, Ekonomi898 Views

Ingetindonesia.com,Kupang- Investor asal Brasil menyatakan minat untuk berinvestasi dalam sektor peternakan sapi di kawasan transmigrasi Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Hal ini disampaikan Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dalam kunjungannya ke daerah tersebut pada Sabtu (19/7).

“Mereka mengatakan cocok sekali di Sumba Timur ini. Nanti akan coba kami bantu seperti apa, supaya nanti bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Iftitah, dikutip dari Antara.

Iftitah mengungkapkan bahwa dirinya menerima undangan dari Brasil untuk berdiskusi mengenai peluang pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi. Ia menilai, Sumba Timur merupakan wilayah yang sangat potensial, terutama karena sebelumnya daerah ini sempat direncanakan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk sektor peternakan, meski akhirnya terhenti karena kurangnya investor.

Untuk mendukung percepatan pembangunan, Kementerian Transmigrasi akan mengucurkan anggaran sebesar Rp28 miliar khusus bagi Sumba Timur. Dana ini merupakan bagian dari total Rp76,6 miliar yang dialokasikan untuk NTT melalui Program Pengembangan Permukiman Transmigrasi (PPK Trans).

“Ini besar sekali, dan saya jamin Sumba Timur jadi yang terbesar di provinsi ini tahun ini,” tegas Iftitah.

Dana tersebut akan digunakan untuk penyediaan empat unit sarana air bersih, peningkatan jalan sepanjang tiga kilometer, rehabilitasi gedung sekolah dasar, serta perbaikan fasilitas toilet.

Selain itu, sebanyak 185 peneliti akan diterjunkan untuk menggali potensi ekonomi wilayah NTT, dengan 20 orang di antaranya fokus pada Sumba Timur.

Sementara itu, Kementerian Transmigrasi juga terus mendorong pelaksanaan program unggulan “Transmigrasi Tuntas” (Trans Tuntas) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Program ini mencakup empat skema: Transmigrasi Lokal, Patriot, Karya Nusa, dan Gotong Royong. Peluncuran Trans Tuntas ditandai dengan penyerahan 1.120 sertifikat hak milik (SHM) kepada transmigran di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagai hasil kerja sama antara Kementerian Transmigrasi dan Kementerian ATR/BPN.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelaskan bahwa sebagian besar penerima SHM merupakan warga yang terdampak konflik di daerah transmigrasi seperti Aceh, Poso, dan Sampit, dan telah direlokasi ke Pulau Jawa.

“Situasi keamanan saat itu membuat masyarakat harus kembali ke pulau Jawa dan oleh Kementerian Sosial dilakukan berbagai upaya termasuk Kementerian Transmigrasi agar bisa hidup aman dan nyaman,” ujar AHY.

Dengan potensi investasi dan dukungan infrastruktur yang terus ditingkatkan, kawasan transmigrasi seperti Sumba Timur diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.