Prabowo Janjikan 1 Juta Rumah untuk Buruh, Cicilan Hingga 40 Tahun dan Dekat Tempat Kerja

Berita, Ekonomi839 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menjanjikan program perumahan terjangkau bagi para pekerja sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo menegaskan pemerintah akan membangun rumah yang mudah dijangkau, baik dari sisi lokasi maupun skema kepemilikannya.

Dalam pidatonya, Prabowo menargetkan pembangunan satu juta rumah pada tahun ini. Hunian tersebut akan dibangun di dekat kawasan industri dan pusat-pusat pekerjaan, sehingga memudahkan para pekerja mengakses tempat kerja mereka. Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan kota-kota baru dengan konsep perumahan vertikal berupa rumah susun.

“Setiap kota baru mungkin akan terdiri dari 100 ribu unit rumah susun. Saya perintahkan harus ada sekolah, fasilitas olahraga, tempat penitipan anak, rumah sakit, dan yang paling penting transportasi, baik kereta api ringan maupun bus, agar pekerja dapat berangkat bekerja dengan lancar,” ujar Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (1/5/2026).

Prabowo menonjolkan beban biaya sewa yang selama ini menguras pendapatan buruh. Menurutnya, sekitar 30 persen penghasilan pekerja habis untuk membayar kontrak. Oleh karena itu, pemerintah ingin mengalihkan pengeluaran tersebut menjadi cicilan kepemilikan rumah.

“Yang selama ini 30 persen digunakan untuk kontrak, kita ubah menjadi cicilan rumah milik sendiri. Tenornya bisa 20 tahun, 25 tahun, 30 tahun, bahkan hingga 40 tahun jika diperlukan,” kata Prabowo.

Ia menilai skema cicilan jangka panjang ini akan memberikan kesempatan lebih besar bagi buruh untuk memiliki rumah sendiri, tanpa terbebani angsuran yang terlalu berat.

Selain itu, Prabowo juga menyoroti tingginya bunga pinjaman yang selama ini memberatkan masyarakat kecil. Ia menyatakan telah mendirikan bank-bank milik negara untuk menyediakan kredit berbunga rendah.

“Saya sudah memerintahkan bank-bank milik Indonesia untuk segera menyalurkan kredit kepada rakyat dengan bunga maksimal 5 persen per tahun,” tegasnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan pekerja, sekaligus mewujudkan akses perumahan yang layak, terjangkau, dan dekat dengan tempat kerja bagi masyarakat Indonesia.