Jakarta, Ingetindonesia.com – Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) menggelar acara buka puasa bersama lintas agama di kediaman Menteri Pendidikan Nasional dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Jalan Cut Mutia, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai tokoh agama dari beragam latar belakang, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu hingga komunitas Sikh. Kehadiran para pemuka agama tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
Abdul Mu’ti, yang juga merupakan tokoh Pengurus Pusat Muhammadiyah sekaligus mewakili Ketua Umum ICRP, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para tokoh lintas agama. Ia menegaskan bahwa forum seperti ini penting untuk terus diperbanyak, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat persatuan bangsa.
“Indonesia ini unik dengan segala keberagamannya. Forum-forum perjumpaan lintas iman seperti ini sangat penting untuk terus kita perbanyak,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, tingginya tingkat toleransi di Indonesia merupakan modal sosial yang harus terus dijaga dan dikembangkan, terutama dalam mendukung pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa kerukunan antarumat beragama memiliki peran strategis dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan maju.
“Kita bisa maju karena bersatu, kita bisa hebat karena rukun. Kerukunan umat beragama adalah potensi spiritual dan sosial yang sangat berharga,” lanjutnya.
Dalam konteks pendidikan, Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya nilai toleransi sebagai bagian dari program pendidikan karakter. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua serta membangun generasi Indonesia yang kuat dan berdaya saing.
Ia juga mengutip arahan Presiden sesuai dengan astacita yang ke empat terkait pentingnya memperkuat kerja sama dan menjaga persatuan sebagai modal sosial-politik untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.
“Toleransi menjadi bagian penting dalam program pendidikan karakter. Ini adalah salah satu prioritas dalam dunia pendidikan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki sikap saling menghargai,” tambahnya.
Acara buka puasa bersama tersebut berlangsung sederhana namun penuh makna. Setelah ceramah dari sejumlah tokoh agama, kegiatan dilanjutkan dengan dialog hangat antar peserta.
Dialog tersebut menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat nilai toleransi, mempererat hubungan lintas agama, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman Indonesia.
