Hashim Ungkap Ada Upaya Suap Rp 16,5 Triliun ke Presiden Prabowo

Berita219 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta— Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan adanya upaya suap besar-besaran yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam acara Indonesia Berdoa yang digelar Forum Masyarakat Santri (FORMAS) di Kuningan City, Jakarta Selatan, Sabtu (18/10/2025), Hashim menyebut nilai suap tersebut mencapai US$ 1 miliar atau setara Rp 16,5 triliun.

 

Menurut Hashim, peristiwa itu terjadi beberapa bulan lalu ketika Prabowo meneleponnya pada malam hari dan menceritakan bahwa ada pihak yang mencoba menyuap dirinya. “Presiden kita mau disogok US$ 1 miliar dolar. Orang-orang nekat,” ujar Hashim dalam sambutannya.

 

Hashim mengatakan, Prabowo menolak tawaran suap tersebut. Ia menyebut kejadian itu menunjukkan masih adanya kelompok-kelompok yang ingin mengintervensi kebijakan ekonomi nasional melalui cara-cara kotor. “Setan datang ke Prabowo. Tapi ternyata Tuhan Yang Maha Kuasa juga melindungi dia. Tuhan jaga saya. Ini ancaman nyata yang bangsa Indonesia hadapi,” ucapnya.

 

Hashim juga mengungkapkan dirinya sempat mengalami hal serupa dengan tawaran suap yang lebih besar, yakni US$ 1,5 miliar. Namun ia menegaskan menolak tawaran itu. “Saya kira Tuhan yang menolong. Kita berbuat baik, tapi setan-setan datang. Tapi pemerintah kuat dan utuh,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Hashim menyinggung keberhasilan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menertibkan sektor-sektor ekonomi strategis yang selama ini menjadi sarang praktik ilegal. Ia menyebut sekitar 3,7 juta hektare lahan perhutanan yang sebelumnya digunakan secara ilegal untuk perkebunan kelapa sawit kini telah dikuasai kembali oleh negara.

 

Selain itu, pemerintah juga disebut berhasil menindak tambang-tambang ilegal dan membongkar jaringan mafia migas yang selama bertahun-tahun merugikan keuangan negara. “Penjahat-penjahat tetap ada. Mau sogok presiden, mau sogok adik presiden, mau sogok yang lain-lain. Tapi kita harus waspada. Kita bersyukur, pemerintah kuat dan bersih,” ujar Hashim.

 

Pernyataan Hashim ini memunculkan sorotan luas di kalangan pelaku ekonomi dan publik. Pengamat menilai, jika benar terjadi, upaya suap senilai ratusan triliun rupiah itu menunjukkan betapa besarnya kepentingan bisnis di sektor sumber daya alam, terutama di bidang energi, perkebunan, dan pertambangan, yang kini tengah dibenahi pemerintah.

 

Langkah pemerintah menertibkan aset negara dari penguasaan ilegal dan membasmi praktik mafia disebut akan menjadi ujian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, kepercayaan investor, dan integritas pemerintahan.