Habil Marati Desak Pembentukan Panitia Ad Hoc untuk Muktamar PPP, Siap Maju Asal Bukan Diatur Elit DPP

Berita442 Views

Ingetindonesia.com,Jakarta- Mantan Anggota DPR RI, Habil Marati, menyuarakan desakan agar Panitia Ad Hoc segera dibentuk untuk menyelenggarakan Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menggantikan panitia bentukan DPP PPP pimpinan Muhamad Mardiono yang dinilainya tidak sah.

“Panitia Muktamar bentukan Mardiono tidak sah, karena DPP PPP-nya sendiri tidak layak memimpin PPP,” ujar Habil saat ditemui wartawan di Jakarta, kemarin.

Habil menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PPP, namun dengan syarat panitia muktamar tidak dikendalikan oleh pihak-pihak yang selama ini dianggap bertanggung jawab atas keterpurukan partai. “Percuma maju kalau orang-orang itu yang mengatur-atur,” tegasnya.

Sebagai tokoh senior partai dan mantan orang dekat Hamzah Haz, Habil menuding kegagalan PPP dalam memperoleh kursi DPR RI adalah hasil dari kepemimpinan yang buruk sejak era Suharso Monoarfa hingga diteruskan oleh Mardiono. Ia menilai para pengurus pusat lebih mementingkan kepentingan pribadi ketimbang partai, dan karena itu perlu dibersihkan dan digantikan dengan kader-kader baru yang lebih militan.

“Kita butuh pembenahan menyeluruh. Utamakan pengurus di tingkat ranting, anak cabang, hingga cabang. Mereka harus diberi insentif bulanan,” katanya. Ia juga mengkritik praktik penggunaan dana mahar politik yang selama ini, menurutnya, lebih menguntungkan elit pusat ketimbang kader di daerah. “Kalau ada uang mahar dari calon kepala daerah, prioritaskan untuk kesejahteraan pengurus di akar rumput, bukan elit di pusat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Habil menekankan pentingnya merajut kembali hubungan dengan ulama dan tokoh masyarakat di tingkat grassroot. Menurutnya, kekuatan sejati PPP ada pada para tokoh agama yang memiliki basis massa loyal. “Kalau mereka mau kembali ke PPP, Insya Allah kejayaan PPP akan teraih,” ujarnya penuh optimisme.

Desakan Habil ini memperlihatkan adanya gejolak internal di tubuh PPP, menyusul kegagalan partai meraih kursi di parlemen dalam Pemilu terakhir. Muktamar PPP mendatang diprediksi akan menjadi ajang penting untuk menentukan arah dan masa depan partai berlambang Kabah ini.