Gempa Susulan M 5,6 Guncang Manggarai NTT, Warga Reo Berhamburan Keluar Tenda

Berita, Daerah1235 Views

Ingetindonesia.com,Kupang — Gempa susulan kembali menggemparkan wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026) pagi. Getaran yang dirasakan cukup kuat membuat warga di Reo, Manggarai, panik dan berhamburan keluar dari tenda darurat.

Salah seorang warga Reo, Baria, mengatakan gempa susulan yang terjadi pagi itu terasa cukup kuat, meski menurutnya tidak sebesar gempa utama yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026).

“Gempa besar lagi ini. Kami langsung lari keluar,” kata Baria.

Rentetan gempa susulan yang terus terjadi juga membuat warga mengalami trauma. Baria mengaku semakin cemas setiap kali merasakan guncangan karena tidak mengetahui harus mencari tempat berlindung ke mana.

“Ya Allah, kapan gempa ini selesai. Kami tidak tahu harus lari ke mana,” ujarnya.

Warga lainnya yang berinisial Y juga mengaku tubuhnya langsung lemas ketika merasakan guncangan pada Kamis pagi.

“Semua badan gemetar, serasa tak bertulang, lemah sekali,” tuturnya.

BMKG Catat 7 Gempa Susulan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya tujuh aktivitas gempa di wilayah sekitar Manggarai hingga pukul 07.15 WIB, Kamis pagi.

Guncangan terkuat tercatat pada pukul 05.45.19 WIB dengan kekuatan Magnitudo 5,6 . Gempa tersebut berpusat di darat, sekitar 37 kilometer timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa M 5,6 dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Di Kabupaten Manggarai, guncangan tercatat pada intensitas V-VI MMI . Sementara di Kabupaten Nagekeo dirasakan IV MMI, Kabupaten Manggarai Barat III-IV MMI, serta Kabupaten Sikka, Kota Bima, dan Kabupaten Bima III MMI.

Rentetan Gempa Sejak Dini Hari

Berdasarkan catatan BMKG, aktivitas gempa telah terjadi sejak dini hari.

Gempa pertama terjadi pada pukul 02.11.18 WIB dengan Magnitudo 4,2 dan kedalaman 7 kilometer. Pusat gempa berada di laut, sekitar 47 kilometer utara Ruteng-Manggarai, dan dirasakan III MMI di Kabupaten Manggarai.

Kemudian pada pukul 04.35.34 WIB , gempa Magnitudo 4,4 dengan kedalaman 5 kilometer terjadi di laut sekitar 47 kilometer utara Ruteng-Manggarai. Guncangan dirasakan III MMI di Kabupaten Nagekeo.

Selanjutnya gempa Magnitudo 4,4 kembali terjadi pada pukul 04.43.38 WIB , dengan kedalaman 8 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 50 kilometer utara Ruteng-Manggarai. Guncangan dirasakan II-III MMI di Kabupaten Manggarai dan II MMI di Kabupaten Nagekeo.

Pada pukul 05.28.10 WIB , gempa berkekuatan Magnitudo 4,8 dengan kedalaman 10 kilometer mengguncang wilayah sekitar 34 kilometer timur laut Ruteng-Manggarai. Gempa dirasakan III-IV MMI di Kabupaten Manggarai.

Guncangan terbesar kemudian terjadi pada pukul 05.45.19 WIB , yakni gempa Magnitudo 5,6 dengan kedalaman 10 kilometer dan pusat gempa sekitar 37 kilometer timur laut Ruteng-Manggarai.

Setelah gempa M 5,6 tersebut, aktivitas gempa masih berlanjut.

Pada pukul 05.55.49 WIB BMKG mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,2 dengan kedalaman 6 kilometer yang berpusat sekitar 32 kilometer timur laut Ruteng-Manggarai. Gempa dirasakan II MMI di Kabupaten Manggarai.

Gempa ketujuh tercatat pada pukul 06.20.13 WIB dengan Magnitudo 4,5 dan kedalaman 3 kilometer. Pusat gempa berada di laut 39 kilometer utara Ruteng-Manggarai dan dirasakan II MMI di Kabupaten Manggarai.

Warga Masih Berada di Tenda Darurat

Kondisi warga yang masih bertahan di tenda darurat membuat setiap guncangan gempa susulan menjadi pengalaman yang menegangkan. Getaran yang cukup kuat mendorong sebagian warga untuk segera keluar dari tenda dan mencari tempat yang dirasa lebih aman.

Rentetan gempa tersebut juga menambah kekhawatiran warga setelah gempa utama yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

Di tengah situasi tersebut, warga di wilayah terdampak diharapkan tetap mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak yang berwenang serta menghindari bangunan yang berpotensi mengalami kerusakan.

Aktivitas gempa susulan di Manggarai menjadi perhatian karena guncangan masih dirasakan warga dalam beberapa hari setelah gempa utama.